About

Nor Hayati

kisah ini bukan mengenai kali petama aku mengadakan hubungan seks tetapi ini kali pertama aku mengadakan seks dgn wanita lain dari isteriku sendiri. Aku merupakan seorang guru sebuah sekolah menengah di utara semenanjung. Sudah beristeri dgn 3 org anak. Aku sangat suka akan hubungan seks, bagiku seks mestilah dinikmati secara fizikal berserta persaan jiwanya sekali. Aku suka melakukan seks dalam keadaan tenang dan tenteram. Keindahan seks sebegitu dapat ku rasa sewaktu awal perkahwinan ku. Namun kini aku rasakan isteriku semakin berubah, selalu sibuk menguruskan anak-anak dan terlalu memberi perhatian kepada kerja-kerja rumah. Sehingga aku rasa terabai. Seks hanya sekadar melepaskan rasa tanggung jawab sahaja kerana alasannya terlalu letih. Aku bukan tidak suka dia memberi perhatian kpd anak2 ttp bagaiman dengan kehendak aku. Semakin hari seks semakin hambar. Selalu kena "pulun" supaya dia dapat tidur cepat.
Dalam keadaan inilah aku tersedar bahawa disekolah ku terdapat seorang pelajar ting 5 yg selalu memberi perhatian yg agak luarbiasa kepadaku.Senyumannya,jelingannya tawa guraunya mempunyai unsur yg menggoda, namun aku tidak begitu melayaninya kerana aku sedar kedudukanku. Namun peristiwa aku serta rakanku diarah untuk mengedalikan program kem motovasi di kawasan sebuah tasik telah mengubah keadaan itu.Sehari sebelum ke sana aku berada dalam keadaan sangat kegianan. Batang butuh aku sentiasa keras tetapi malam itu aku dan isteri berbalah. Paginya aku bertolak dengan jiwa yang meronta marah kerana tidak dapat melepaskan air "nikmat" ku. Tiba tempat perkemahan,kami guru diberikan Chalet sedangkan para pelajar diarah tidur dalam kemah. Malam pertama, aku sebagai guru bertugas membuat rondaan. Pada kira-kira jam 2.30 pagi aku terlihat sebuah kemah diterangi cahay lampu suluh. Dari bayangan cahaya ku lihat sebatang tubuh sedang berdiri sambil menanggalkan pakaiannya.hatiku berdebar-debar aku teragak-agak untuk menghampiri kemah itu. Aku kuatkan semangat berjalan menuju kearah kemah itu.Terlihat bayangan satu tubuh yg sangat montok aduhhh...kote ku menjadi keras. Kira-kira 10meter dari kemah itu tiba-tiba lampu suluh dipadamkan. Kemudian aku ternampak daun pintu kemah terbuka dan sekujur keluar dari tubuh itu menuju ke tepi tasik. Aku ikut kesitu dan bersembunyi di dalam semak samun. Cahaya samar bulan mempamirkan suatu tubuh yang sangat cantik dibaluti kain tuala yg sangat pendek. Tergamam aku, rupa-rupanya Norhayati pelajar yg selalu memerhatikan ku. Sebagaimana aku jangkakan yati hendak mandi kerana cuaca malam sememangnya agak panas. Bagai nak meletup jantungku bila ku lihat dia dgn perlahan melonggarkan ikatan tualanya yg kemudiannya terus terlondeh. Seram sejuk seluruh tubuhku melihat bentuk tubuh yg sgt pejal dan montok itu. Yati terus menyankut tuala pada anak pokok dan terus masuk kedalam air. Dia berenang ke tengah sedikit. Kemudian dia berpatah balik ke tebing. Sambil berdiri dalam air yati menyabun tubuhnya. Aku menjadi geram melihat dia menggosok buah dadanya.Agak lama dia menggosok disitu,memicit, meramas dan mengentil kepala puting teteknya. Aku merangkak perlahan dlm semak menghampirinya. Kemudian aku terdengar suara renggekan perlahan dari yati aaaaaa....ssssssssyyyyiiiit......aaaaaaa.......uuuummmm...syyyyiitt...auuuuuhhhh...uuuuhhhh..syyyittt.Sambil tangan menjalar kecelah kangkangnya. Aku tidak nampak begitu jelas tangannya dicelah kangkang tetapi pernya menunjukkan dia sedang menggosok kemaluannya. Pergerakkan tangan ku lihat semakin pantas,semakin pantas dan suaranya mengerang semakin jelas aaaaaa.....aaaahhhh....uuuuuuhhhhh....ssssyyyyitt....uuuuuuuu....sssssyyyyyittt..uuuuuuuh.....aaaauuuuuuuwwwwuhh...syyitttt......AAAAAAAAHHH.....AAAAAHHHH....AAAAAHHH...AAAAAHHHH.....AAAAAAAAAHHHHHHHHHHH.......AAAFFFFFFFFFFF suara menjadi kuat dan akhir separti suara terkulum apabila tubuhnya seolah-olah menjadi kejang dan dia mengapit tangan tadi. Aku tak tahan sewaktu melihat yati melancap tadi. Tanpa aku sedari aku telah membuka seluar dan terus menggosok kote ku. Aku gosok hingga keras tetapi sayangnya air kote ku tak mahu keluar. Entah semangat apa yg datang tak ku ketahui kerana rasa takut ku sudah hilang aku menjadi tidak sabr terus menanggalkan pakaian ku...berbogel. Terus aku menuju kearah tuala yati tadi. Aku tunggu disitu....aabila yati datang mencapai tualanya aku terus mencekup mulutnya dari belakang. Aku tarik dia kedalam semak....... Dia cube meronta-meronta. SSSSSSYYYYYYHHHHH DIAM..... aku sergah dia dgn suara agak perlahan. Dia berpaling melihat kearah "cikgu....." jeritnya kecil. "cikgu buat apa nii..."
"yati ....cikgu terpaksa berterus terang...cikgu nampak apa yg Yati buat tadi dan cikgu tak tahan nak kongkek yati..!
Ku lihat Yati tertunduk malu sambil terdiam. Perlahan-lahan aku mencapai tangannya. Sambil menggosok perlahan, tiba-tiba dia menarik tangannya sambil menutup burit dan teteknya. Mungkin dia baru menyedari dia sdg berbogel. Yati malulah cikgu....tak apa kah cikgu? Yati takut niiii....!
Aku sambar semula tangannya."tak apa...bukan ada orang" Aku terus gosok tangannya sambil merenung teteknya yg cekang dan tegang. Aku hampiri dia lalu memegang bahunya. Aku peluk dia sambil terus menggosok kulit belakangnya.Aduuuuuuuuuuhhhh lembutnya kulit yati.Aku terus menggosok sambil merun ke punggungnya yang pejal itu. Aku picit dan ramas perlahan-lahan. Aku gosok dan terus meramas. Aku dapat rasakan Yati menggeliat sedikit kegelian. Aku terus mencium bahunya kebawah ,terus kebaewah sehingga ke teteknya. Yati membuka tangannya lalu memelukku. Tebonjol teteknya yg cekang bila dia berbuat begitu. Puting teteknya...aaaduuuuuh mmaakkkk..sungguh tegang agak kecil berbanding teteknya yg sememangnya besar. Ku jelirkan lidah ku, Aku gentilkan puting teteknya dgn lidah, ku hisap,ku kulum ,ku gentil ,ku kulum ,ku hisap. Tangan kanan ku pula merayap turun tetek sebelah kanannya. Sambil mengulum,menjilat,menggentil, tangan kiriku meramas teteknya. Sehingga suatu ketika Yati menggeliat kegelian tiab-tiba aku terdengar suara kecil dari mulu Yati.... aaaaauuuuu....uuuuuuhhhh.ssyyyyyiiiiiiitt...Tangannya terus memeluk erat kepalaku sambil mengenggam erat rambut ku. aaaahhh....auuuuuuhhhhhh..aaaaahhhhh.....uuuhhhhh..aaaaahh...uuuuuhhhhh......aaaaaaauhhhhh....aauuuhhh...AAAAAAAAAAA...AAAAAAAAA,,,,,,AAAAAAHHHHHHHHH.......AAAAAAUUUUUUUHHHHHHH......AH..AH...AH...AH...AHH...AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA..Tubuhnya menjadi kejang. terlonjak-lonjak kehadapan. Tangan ku turun ke buritnya, aku dapat rasakan air lendir turun dari rekahan lubang burit itu. Seketika kemudian tubuhnya menjadi longlai.Aku terus mendukungnya,lalu aku letak keatas pasir dalam semak dtepi tasik itu. Aku renung seketika tubuh itu. Yati sudah terpejam matanya kerana kenikmatan yg dirasai. Aku terus meneroka setiap inci tubuhnya dgn mencium dari rambut turun kedada, terus ke pusat dan kemudian berhenti agak lama di buritnya, Aku selak sedikit bibir buritnya untuk mencari kelintitnya. Kelintitnya terus aku jilat bila aku temui perlahan,lahan. Ku jilat ,jilat,jilat,jilat...........jilat. Tiba-tiba aku rasakan kaki yati bergerak-gerak. Diikuti bunyi suara mengerang kecil aaaaaaa......aaa.....aaaa...aa.. suara itu semakin rancak dan semakin kuat apabila aku terus menjilat. aaaaaa....aaaaa.....aaaaa....aaaa.....ciikkk gguuuuuu....aaaa..cikkkk guuuuu...yatttttiiiii....aaaaaaaa....yyyyaaaatttiiii...auuuuuuuuuuu.....takkkkkk ...tahannnnnnn.....aaaaaa.....uuuuu.aaaa....aaaa.uuuuuuu sedapppppp....cikguuuuuuu...cikguuuu.....AAAAAAAAAAA.......AAAAAAAAAA.......AAAAHHHHHHHH>...CCCCCIIIKKKKK GUUUUUUUUUUU....AAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH...........CIKKKK GUUUUUUUUUUUUUUUUU..... UUUUUUUUUUUUUUUUUUUUHHHHHHHHHHHHH SSSSEEEEEEEEEEEEDDDDDDDDDAAAAAPPPPPPPPP....CCCCIIIIIKKKKGGUUUUUUUUUUUUUUUUUU......kemudian terdengar suaranya seperti menangis teresa-esak. Aku sudah tak boleh bersabar, kote sudah terlalu keras. Aku pegang kedua-dua kakinya .aku buka lebar-lebar. Aku letakkan kepala kote ku di bibir buritnya, aku gosok kepala kote ku di bibir buritnya yg berair. Aju gosok seketika "aaaaaaaaaaaaaaaaaa.......aaaaaaa" yati mengerang. Kemudian aku letak kepala kote ku di lubang burit ketika ini selagi lain dada ku berdebar-debar. Aku tekan perlahan-lahan kote ku. terasa masuk kepalanya , kemudian separuh kote ku masuk......CCCCCCIIIIIKK GGGGGGGUUUUUUU YYYYYYYAAAAATTTTTTTTTIIIII SSSSSSSSSSSSSSSEEEEEEEEEEEEEEEEEEEDDDDDDDDDDAAAAAAAAAAAAAAPpPPPPPPPPPPPPPP..... Dengan satu tekanan yg agak kuat kemudiannya aAAAAAAAAAAAAAAAAAAAUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUWWWWWWWWWWWWWWWW seluruh kote ku terbenam masuk kedalam burit yati AAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH aku mengerang, betapa sedapnya burit anak muda ini tidak seperti burit bini ku yg sudah longggar. Aku seolah -olah lupa diri malam itu aku menutuh yati bagai orang kerasukkan. Aku tutuhnya 4 hingga 5 round malam itu. Aku tidak sedar berapa banyak air kote yg aku lepaskan kedalam burit Yati. Namun apa yg aku tahu betapa nikmat sebegitu sudah lama tidak aku rasai. Sehingga sekarang aku masih merindui burit Yati yg kini telah melanjutkan pelajaran ke IPTA.

Nor Pembantu Rumahku

Nor pembantu rumah. Pembantu rumah baru ku memang muda lagi sekitar umur 24 tahun. Isteri ku yang cari. Cantik sederhana, body cute, tinggi cukup macam isteri aku. Buah dada yang menarik, punggungnya yang mengancam, sedap mata memandang.
Pada mulanya macam biasa. Tak ada apa-apa berlaku. Hampir 3 bulan ianya bermula cara tak sengaja. Rumah memang bersih sejak Nor jadi pembantu. Isteri aku nampak puas hati. Dah mula pecaya sungguh. Aku pun tak terlintas nak buat apa-apa, maklum anak-anak semua ada kira dah besar jugalah.
Isteri aku ni memang cukup jaga badan. Selalu pergi urut. Paling tak pun dalam dua minggu sekali urut kat Selayang tempat dia urut. Biasanya jika pergi dia akan ajak Nor sama. Buat teman.
Aku ni jenis selalu balik lambat, keluar pagi balik pagi. Sejak seminggu dua ni aku dah mula terperasan yang Nor selalu renunga aku bila aku tengah tengok tv. Kebetulan aku memang ada nombor handpon dia.
Waktu tu jam 10.35 malam. Anak-anak dah masuk bilik, tinggal aku isteri dan Nor. Mata aku terserempak kat dia yang aku dah perasaan yang dia tengah tenung aku.Dia tergamam, terus masuk bilik.
“Bang mengantuk la… sayang masuk tidur dulu ya!”
“Iya lah,” aku jawab, “abang nak kasi habis cerita ni.”
Kebetulan malam tu aku cepat balik. Sorang-sorang aku mengadap tv. Otak aku terbayang wajah Nor. Eh.. lawa juga ya! Baru aku perasaan. Aku pun mula buat semakan, dengan baju tidur yang dia pakai buat aku terangsang.
Aahhh… aku cuba usik dia dengan sms. Aku pun sms.
“Nor.. you ok ke. nape tengok saya macam tu.”
Aku send. Aku tunggu. Tak jawab, mugkin tidur agaknya. Lepas 15 minit dia jawab.
“Nor ok. saja nak tengok. tak boleh ya.”
“Boleh tapi cara Nor pandang tu macam ada apa-apa aje,” aku balas.
Dan malam tu kami berbalas sms. Antara yang menaikan nafsu aku bila dia suka dengan aku, melalui smsnya.
“Nor minta maaf tak niat nak ganggu,” jawabnya melalui sms juga.
Malam tu dalam bilik aku main dengan isteri aku. Benar-benar terangsang. Aku membayangkan main dengan Nor. Suara isteri aku memang kuat aku enjut betul-betul, saja memang aku buat dengan harapan Nor dengar. Kebetulan bilik Nor sebelah bilik aku.
Hampir satu jam aku main dengan isteri aku. Macam-macam posisi aku gunakan.
“Bang sedapnya… bestnya… kuat lagi bang, hentak kuat bang! Aaaaa… sssstttt… sssuuttt…” isteri aku kesedapan.
“Puasnya bang malam ni. Selalu abang tak bagi yang macam ni. Bang sedapnya…”
Aku terus membayang muka Nor.
“Sayang sedap ya!”
“Bang.. batang abang kerasnya, jangan beri kat orang lain ya!”
“Ya sayang…” aku jawab aje.
“Ahahah… ahhh… uhhh… sssttt… bang sayang dah nak keluar… sedapnya bang. Bestnya. Lagi bang. Jangan berhenti. Hentak lagi bang, lagi bang....”
Aku teruss enjut lagi, bunyi air pantat isteri aku makin kuat. Aku pompa konek aku yang dah macam besi keluar masuk. Akhirnya adegan henjutan keluar masuk yang kuat dan enjutan yang semakin laju, kami sama-sama klimaks.
“Sayang… auu sedapnya…”
“Bang… bang… bang… ahhhhhhhh….”
Lepas solat subuh isteri aku nak lagi.
“Bangg nak lagi. Tapi pelan-pelan. Nor dah bangun…”
Memang lepas solat subuh Nor tak tidur lagi.
“Jom…” aku pun terus gomol isteri aku. Aku bagi maksima kali ni. Berdecit-decit katil aku, isteri aku dah macam-macm suara keluar dari mulut dia. Dia dah tak peduli dengan Nor yang sedang kat dapur.
Setengah jam kami sama sama klimaks. Aku terus tertidur.
“Bang sedapnya abang punya malam tadi dan pagi ni. Sayang nak pegi urut lah pagi ni, abang rehatlah. Sayang pergi dengan anak-anak.”
Isteri aku tau aku dah tak larat.
“Ok lah… hati-hati ya. Pukul berapa nak pergi?”
“Jam 9 nanti. Jam 11 baru siap. Nak minta urut seluruh badanlah...”
“Hah iya lah. Abang pun jam 11 nak keluar nanti.”
Aku pun terus tidur. Aku tersedar yang isteri aku dah nak pergi. Aku pura-pura tidur. Dia cium mulut aku.
“Bang… sayang pergi dulu dengan anak-anak ya!”
“Nor kemas rumah ya. Saya nak urut,” aku dengar isteriku bercakap dengan Nor.
“Iya lah…” jawab Nor.
Agak dah 20 minit, aku teringat Nor. Tetiba batang aku keras. Wahh kacau ni. Aku bangun ke bilik air basuh muka dan gosok gigi. Lepas tu aku talipon isteriku. Dia kata dah nak sampai Selayang. Jalan jem, mungkin lambat sikit balik nak belikan anak keperluan sekolah.
“Ok lah…” aku jawab.
Aku keluar bilik. Aku tengok Nor kat dapur masih dengan baju tidurnya. Berdebar debar jantung aku tetiba. Aku ke pintu depan nak pastikan pintu dah dikunci. Dari pintu aku nampak belakang Nor.
Punggungnya buat aku tak tahan. Konek aku mengeras gila, tak pernah aku rasa sekeras ni. Aku dan naik nafsu. Aku mendatangi Nor dari belakang, terus aku peluk dia dari belakangg. Aku peluk dia kemas-kemas dan aku cium leher dia.
Terus dia cuci tangan dia dan aku terus cium leher dia, telinga dia. Pelan-pelan aku pusingkan badan dia aku terus peluk dan terus aku cium pipi dia. Dia tak melawan, nafasnya mula kuat. Aku pegang muka Nor dengan kedua tangan aku. Aku tatap matanya, nampak matanya layu dan bibirnya terbuka sedikit.
“Nor.... emmm…” aku renung dan aku cium lembut dahi.
Aku sedut dengan nafas aku dalam-dalam. Aku cium bibirnya dan aku kucup pelan-pelan. Nor mula ada reaksi, dia mula memeluk aku perlahan sambil bibirnya mula ada reaksi. Aku sedut lidahnya. Nor juga mula sedut lidah aku.
“Nor... emmmm...maaf Nor, saya tak tahan tengok tubuh Nor yang seksi dan mengiurkan ni...”
“Emmmm…” cuma itu yang terdengar. Habis seluruh muka Nor aku ciumm, langsung aku cium lehernya yang bersih dan putih. Halusnya dan wanginya badan Nor. Dari leher terus aku cium ke bawah lagi, ke lurah buah dadanya. Aku cium kiri kanan teteknya. Tegangnya dan pejal betull.
“Nor...”
“Iya...” antara dengar dan tak dengar suara Nor.
Dengan bersandarkan kitchen kabinet aku terus tekan badan aku kat Nor. Batang aku memang dah cukup keras sangat.
“Masuk bilik jom!”
Nor mengangguk aje. Aku pimpin dia ke bilik dia. Sampai dalam bilik aku buka butang baju tidur dia. Uhh terkejut aku, indahnya buah dada minah Indon ni, putih, pejal, montok putih, geram aku, terus aku sembamkan muka aku kat lurah teteknya.
“Aaahhhhh…” Nor mendengus.
Aku terus buka kancing baju dalam Nor. Putingnya kemerahan.
“Nor... cantiknya badan Nor. Untungnya sapa jadi suami Nor ni...”
Kemudian aku cangkung sambil aku cium dari teteknya sampailah ke pusat. Aku terus nak buka seluar dia.
“Jangan… Nor takut lah..” suaranya antara dengar tak dengar aje.
“Nor nak takut apa?”
“Takut la.. Nor tak pernah dan tak biasa...”
Perutnya putih licin kulitnya halus. Aku terus cium pantatnya yang masih berseluar. Aku cuba lagi. Dia masih tak mau. Aku bangun dan aku balun lagi tetek dia dan pelan-pekan aku baringkan dia. Aku tindih dia.
Uuuhhh… sedapnya berpelukan dengan baring. Kami bergomolan kejap, aku kat atas. Kejap Nor kat atas, kain aku dah terlucut dan aku dah bogel. Aku tekan-tekan kat kelengkang dia. Aku kucup Nor lagi. Tangan kiri ramas dada dia dan tangan kanan raba kelengkangan dia.
“Aaaahhh… jangan… jangan buka tuan. Norr takut.”
Aku dah tak peduli.
“Nor… tak ada apa nak takut kan. Kan kita aje yang tau.”
“Nanti kalau Puan tau mati lah Nor.”
“Sapa nak bagi tau. Ini rahsia kita berdua...” aku terus sondol dan cium leher dia.
“Aahhhhh….” Nor dah mula tak keruan.
“Tuan janjii tau! Jangan bagi tau Puan. Nor tak ada sapa-sapa kat sini.”
“Janji… saya janji. Nor pun janji jangan bagi tau Puan ya!”
“Ok. Ssssstttt….”
“Kenapa Nor? aku tanya.
Nor tak jawab, badanya dah meliuk lintuk kena serangan aku. Aku cuba tarik seluar dia. Aahhh…. Nor tak membantah. Akhirnya aku berjaya juga. Seluarnya dah aku campak. Dia tutup pantatnya dengan tangannya.
“Nor malu. Nor tak pernah,” terketar-ketar suaranya.
“Oohhh… cantiknya barang Nor,” memang cantik tembam dan nampak bulu penuh nipis kemas. Aku terus cium semaunya.
“Aahhhhh… ahhhhh…” suara Norr dah mula keluar.
Aku jilat di celah kanan dulu. Kemudian sebelah kiri pulak.
“Nor saya buka ya!”
“Sssssttt… ahhhh….” dia tak jawab.
Aku pun pelan-pelan tarik seluar dalamnya yang nipis cuma bartali, berwarna pink. Nor angkat pongongnya sikit untuk mudah seluarnya aku buka. Kini terpampanglah lurah yang amat indah depan mata aku.
Terpegun aku. Lebih kurang isteri aku punya. Aku rengangkan kaki Nor pelan-pelan. Mula-mula ditahannya. Aku terus jilat pehanya yang gebu putih mulus, pehanya padat berisi. Pelan-pelan Nor mula membuka kelengkangnya.
Aku apa lagi, aku cium semaunya. Aku jilat dari parit atas sampai ke bawah.Aku sedut-sedut kelentitnya. Aku julurkan lidah aku kat alur dia.
“Aaaahhhhh… ahhhh… sssstttt… uhhhhh…” macam udang kena panas Nor mengeliat-ngeliat.
Bertambah stim aku, konek aku makin keras sekeras-kerasnya. Bila aku sedut sedut kelentit Nor, terangkat-angkat bontot dia, makin cantik pemandangannya. Tetiba suara Nor makin kuat merintih kesedapan.
“Aaahhh… sedapnya... sedapnya…” rambut aku ditarik-tariknya dan ditekan kat pantatnya dan kakinya mengepit kepala sembil bontotnya terangkat-angkat. Akhirnya Nor klimaks.
“Sedapnya… ahhh… ahhh… sssttttt….” Nor longlai terus.
Aku terus merangkak ke badannya. Aku peluk kemas dan Nor peluk aku kuat sambil cium akuu semaunya.
“Nor…”
“Emmmm…” Nor mash pejam mataa.
Aku cium dahinya. Aku cium matanya. Aku cium keningnya. Aku kucup bibirnya.
“Saya sayang Nor lah. Nor sayang saya tak?”
Dia buka matanya layu. Dia senyum dan cium dan pelukk aku.
“Ya ke sayang Nor ni. Nor kan cuma pembantu rumah...”
Mendengar jawapanya, aku terus peluk-peluk Nor. Kami bergomol semula. Kami saling berciuman di semua tempat.
“Nor takutlah. Nanti Nor dikecewakan...”
Aku mula naik ke atas badan Nor. Aku tindih dia, tangan kanan aku meraba pantat Nor yang dah mula basah lagi. Ahhh... aku korek lagii dan aku pegang konek aku yang sangat keras ke bibir pantat dia. Aku buka kelengkang Nor. Aku main-mainkan kepala konek aku kat kelentit dia.
“Sssstttttt… ahhhh… jangan masukkan... ahh… ahh… ssstt…”
Aku terus gosok-gosok batang aku dari biji kelentit sampailah ke alur bawahnya. Air lendir Nor dah mula banyak.
“Nor…” aku bisik kat telinga, “Nor... saya masukkan ya.”
“Jangnlah nanti hilang dara Nor.”
“Nor memang tak pernah main ke selama ini?”
“Tak pernah…”
Makin ghairah aku dengar dia tak pernah main. Maknanya akulah lelaki bertuah yang ambil daranya. Aku menekan sikit konekmaku. Ohhh… memang sempit tapi nikmatnya. Baru hujung kepala aje dah sedap. Panas pantat Nor. Nor keraskan kakinya. Pelan-pelan aku tolak lagi masuk sikit lagi.
“Uuhhh… ahhhh…”
“Kenapa Nor? Nor rasa apa?”
“Nor takut...”
“Saya janji akan jaga Nor. Nor saya sayang. Nor cantiknya badan Nor,” aku kucup lagi Nor.
Kemudian aku tekan lagi. Nor peluk aku kuat-kuat, kakinya direnggangkan sikit lagi. Memang sempit betul. Aku tekan lagi.
“Aduhhh sakit. Sakit. Nor sakit. Nor tak mau.”
Aku terus cium telingnya sambil aku bisik kata sayang dan akan jaga dia. Aku tarik batang aku dan aku masuk lagi. Sorong tarik sorong tarik perlahan-lahan.
“Aahhh…. Sakitnya…”
“Nor sayang abang tak?” aku dah mula rasa sayang dan bahasakan diri aku sebagai abang.
“Nor sayang abangg tak?”
“Nor sayangg ab...ab..abang…” tersekat-sekat dan malu-malu dia nak sebut abang.
“Sayang panggil abang yang…” aku tekan kuat sikit dan masuk dalam sikit habis kepala konek da masuki kat pantat Nor dan terberhenti, macam ada penghalang. Dan aku tau inilah dara Nor.
“Oohhh Nor, abang makin sayang dengan Nor. Nor masih ada dara. Nor sayang…”
“Iya bang…”
“Nor punya, abang punya kan.”
“Iya banggg. Nor dah serahkan semua pada abang. Yang ini jangan bang. Setakat ni aje bang, yang tu untuk suami Nor nanti…”
Dalam berbisik-bisik tu aku terus sorong tarik konek aku.
“Kalau begitu abang jadi suami Nor ya. Nor mau tak?”
“Abang tak malu ke! Aahhh… ahhh… bang sakit banggg... macam mana dengan Puan... sakit bang… ssssssttt… uuuuhhh… ahhhhhh….”
Aku terus sorong setakat yang boleh dulu. Aku dah tekad. Dara dia mesti aku ambil. Aku buka kangkang Nor luas-luas lagi. Nor kejam mata dan aku tengok dah keluar air mata.
“Nor nangis sayang, menangis kenapa sayang?”
“Nor takut bang, macam mana masa depan Nor jika dara Nor dah abang ambil.”
“Sayang abang janji kita kawin lepas ini...” aku tekan lagi kuat.
Ahhh… memang ketat dan kebal sungguh. Aku belai Nor. Aku peluk Nor. Aku jilat mukanya. Aku tekan lagi.
“Bang… sakitt. Dah bang… sakit!”
Aku dah nekad, sambil aku belai, aku kucup mulutnya. Agak Nor dan tenang, aku tekan lagi, aku tarik lagi, aku tekan lagi, aku tekan lagi. Nor dah menangis, kasihan pulak aku tapi aku dah tak peduli. Apa jadi pun biar aku yang tebuk pantat daranya.
“Sayang bang.. bang aduh.. aduh sakit!”
Aku pun terus buat satu henjutan yang tak mampu lagi aku tahan, aku tekan semaunya…
Crussss..crusss..crussss...
“Abang sakit… sakit….”
Nor terus peluk aku sekuatnya dan kedua kakinya menjepit bontot aku dan…
Blusss… aku tekan habis sampai ke dasar terus masuk mampat bertemu pangkal peha aku dengan pangkal peha Nor. Nor mengelepar.
“Auuuuu sakit bang…” dan menangis.
Aku terus peluk Nor erat. Terus aku diamkan diri dan cium pipi kanan Nor, terasa panas airmatanya. Uuhhh… sedapnya lubang pantat Nor, sempit padat menjerut lembut.
“Sayangku…” belai-belai Nor. Aku makin sayang.
“Bang…” perlahan suara Nor.
“Iya sayang...”
“Abang dah ambil dara Nor. Abang jangan sia-siakan Nor ya!”
“Iya sayangku…” lihat Nor dah mula tenang.
Aku kemut-kemut konek aku, terasa mengembang-ngembang dalam pantat Nor. Aku cuba gerak dan tarik.
“Bang... pelan-pelan bang. Masih sakit...”
“Abang pelan-pelan ya…” aku tarik pelan-pelan, tarik sikit, tolak lagi, tarik banyak sikit, tolak lagi.
“Aahhhh… ahhhh… mmm… bang… ussss… sssstttt….”
Aku cuba lajukan sikit.
“Bang… sakit…”
Aku dah tak tahan sedap dan nikmat sangat pantatnya. Aku tolak dan rendam. Aku dah mula rasa ada gerakan dan kemutan dari lubang dalam Nor.
“Sayang, sedapnya lubang sayang, sedap sempitnya.”
“Bang pelan-pelan dulu.”
“Ya sayang,” aku mula henjut pelan-pelan. Laju sikit. Laju lagi.
“Bang aduh bang… sakit! Aahhhhahhhh….”
Aku henjut lagi bila Nor dah tenang. Aku buka luaskan kangkangnya lagi. Sorong tarik, henjut pelan-pelan, laju pelan, laju.
“Ahhhhhhh sssssttttt bang sakit.. sedap bang… sedap… ahhh… ahhh.. ahhh…” tettiba badan Nor kejang dipeluknya aku kuat-kuat, diciumnya aku semau-maunya. Nor klimaks kali kedua.
Aku terus tekan dan benam ke dasar pantat Nor. Kuat kemutan pantat Nor.
“Ahhh… sayang, sedap sayangg. Nor puas tak? Sakit lagi tak?”
“Bang… bang… Nor puas bang. Sedapnya abang punya, keras, besar, panjang. Cuma masih sakit dan ngilu lagi bang...”
“Takpe sayang, kejap lagi hilang sakitlahh...”
“Nor sayang abang. Abang hebatlah. Untung kakak dapat abang,” Nor dah tak sebut puan lagi, dah sebut kakak.
“Bang… abang hanya untuk kakak dan Nor aje ya! Abang… Nor sedia puaskan abang, janji abang puas. Nor sakit takpe bang,” Nor terus belai rambut aku dan cium dan kucup aku, kemudian terasa dia kemutkan pantatnya.
“Sayang…”
“Bang sedap tak?
“Sedap sayang… lagi.”
“Abang, Nor masih tak tahu nak puaskan abang. Abang ajar Nor ya!”
“Ya sayang..” aku terus bersemangat kuat, terus aku tarik.
“Aahhhh… bang pelan-pelan ya! Sakit lagi…”
“Sayang dah bersedia kan.”
“Dah bang, lakukanlah bang.. Nor rela bang. Nor mau abang puas sepuas-puasnya dengan Nor.”
Aku pun henjut lagi. Mula-mula pelan, laju.. laju…
“Aahhhhhh… bang… sssstttt…. Ssss… ahhh… bang… sedap bang bang… sedap bang… bang sedap bang… lagi bang… lagi bang…. jangan berhenti bang… bang terus bang ahhhh ahhhh ah ahhhhh. Sayang abang… Sedap tak?”
“Sedap sayang, kemut kuat-kuat lagi sayang…” aku merasa satu kenikmatan yang amat luar biasa.
“Memang sedap bang, bang… ah ahhh ahh awww awwwww.”
Aku teruskan. Kedua kaki Nor dah tegak melepasi kepala aku. Aku jengah pantat Nor berlendirr dan bercamopur merah darah dara Nor.
“Oooo…. Bang, sedap… sedap… sedapnya! Kuat kuat bang! Lagi bang… Nor dah nak keluar lagi. Nor nak keluar sama dengan abang.”
Aku henjut selaju-lajunya. Aku hentak sedalam-dalamnya. Nor terus kemut, sedut.
“Aahhah… sedapnya Nor… sayang jom sayang… abang pun dah rasa…”
“Abangg lagi bang.. ahhhh… bang ahhhahhhahh…”
“Sayang.. bang sayang Nor..” kami sama-sama sampai, kami terdampar kelemasan. Kami berpelukan.Kemuncak kepuasan yang amat luar biasa.
“Bang dah lewat sangat ni, Nor belum kemas. Nanti kakak balik, belum siap.”
Kami mandi bersama.
“Bang pedih dan ngilu lagi. Habis cadar katil Nor penuh dengan darah. Bang darah! Abang ambil dara mahkota Nor.”
“Sayang, I love you.”
Masa mandi batang aku naik lagi. Aku mintak Nor tonggeng dan buat stail doddie.
“Aahh… ahhh,,, sedap sedapnya bang….”
Aku ayun lagi dari belakang. Pehh memang sedap dan nikmat main dengan Nor. Dalam 20 minit, kami sampai sama-sama untuk kali keduanya, aku semburkan air lelaki aku kat lubang pantat Nor.
Inilah pengalaman benar aku dengan pembantu rumah aku. Dan kami selalu melakukanya bila ada peluang. Kami sama-sama jaga line dan tak ada semua yang tahu.

Sarinah

Memang aku stim dekat Sarinah. Tak perlu aku nak cerita panjang bagaimana aku kenal dia. Yang pastinya dia adalah bini orang yang tua 6 tahun dari aku dan dilahirkan pada tahun 1974, surirumah sepenuh masa dan mempunyai 4 orang anak. Di antara ke semua pertemuan kami, hanya satu yang aku anggap sebagai pertemuan yang paling manis dan di sini hendak aku ceritakannya.
Aku ambil Sarinah di hadapan rumahnya selepas Maghrib. Aku tipu bini aku dengan bagi tau yang aku ada kerja di pejabat dan akan balik selepas pukul 10.00 malam. Tetapi sebenarnya aku main kayu tiga.
Selepas ambil dia di kampung, aku terus drive ke town menuju ke hotel. Sepanjang perjalanan Sarinah meluahkan perasaannya yang berlakikan suami yang panas baran dan turut bermain kayu tiga. Malah dia turut memberitahu aku yang beberapa hari sebelum itu dia ditampar berkali-kali oleh suaminya gara-gara salah faham tentang perkara yang kecil.
Sampai di hotel, aku mandi dulu sebab baru balik kerja. Tapi sebelum tu sempat juga aku tangkap gambar dia dalam beberapa pose untuk dijadikan kenangan sebab aku geram sangat tengok dia pakai seluar track yang ketat membaluti punggung dan pehanya yang gebu.
Sebaik aku habis mandi dan keluar dari bilik air, aku tengok Sarinah dah siap pakai kain batik dan bertudung. Aku stim gila sebab sememangnya kain batik yang dipakainya tu adalah kain batik kegemaran aku. Itulah kain batik yang mencetuskan rasa stim aku kat dia masa aku ternampak dia membonceng motor bersama suaminya dulu.
Masa tu dia punya bontot punyalah nampak seksi gila. Sendat gila dalam kain batik tu. Ditambah pula dengan peha lebarnya yang gebu tu. Bila motor laki dia jalan dekat tempat tak rata, melantun-lantun bontot dia dalam kain batik tu. Lagilah aku tak tahan.
Sarinah tau aku suka dia pakai kain batik tu. Dia pun offer aku ambil gambar dia buat hilang rindu katanya. Aku pun bawa dia masuk dalam bilik air. Sebelum aku tangkap gambar dia, aku peluk dan cium kepalanya yang bertudung.
Aku cium pipinya dan kata dia cantik. Sarinah tau aku stim dan dia pegang batang konek aku yang memang tengah stim kat dalam tuala. Aku tau kenapa Sarinah bertudung sebab aku pernah cakap dengan dia dalam telefon yang aku teringin batang aku kena kulum dengan perempuan bertudung.
Aku nak cium bibir dia tapi dia mengelak. Aku rasa mungkin sebab dia tak nak penyakit lelahnya berjangkit kat aku atau pun dia tak nak lelahnya tu tercetus dari kucupan mulut, agaknyalah.
So, aku pun tangkap gambar dia dalam beberapa pose. Stim jangan cakaplah. Kalau dah perempuan bertudung pakai baju t ketat dan singkat sampai mempamer bontot lebarnya yang bulat berlemak dalam kain batik lusuh yang ketat depan mata memang tipulah kalau aku tak stim.
Aku minta dia duduk dekat atas jamban duduk dan tanpa disuruh dia terus selak tuala aku dan kulum batang aku. Sedapnya bukan kepalang. Kepalanya yang bertudung hitam tu aku tengok ligat ke depan belakang mengulum konek aku. Sesekali dia sedut-sedut dan jilat-jilat kepala konek aku. Sempat juga aku rakam video dia masa tu.
Tak tahan punya pasal aku dah hampir-hampir nak klimaks. Dia punya kuluman punyalah marvellous. Bini aku pun tak pernah kulum konek aku macam Sarinah buat. Siap ada sound effect dari suaranya yang macam mengerang perlahan dan itu membuatkan aku semakin tak tahan.
Aku suruh Sarinah stop tapi dia selamba je kulum tak henti-henti. Aku dah tak tahan dah, kalau aku biar boleh kalah awal jadinya. Aku pun terpaksa tolak kepala dia yang bertudung tu perlahan-lahan sampailah dia dengan berat hati lepaskan konek aku dari mulutnya.
Aku bawa Sarinah masuk ke dalam bilik dengan batang konek aku yang terpacak keras menjengah dari belahan tuala yang melilit pinggang aku. Aku tangkap lagi gambar dia semasa berdiri dan duduk di tepi katil. Aku memang bukan jurufoto professional, asalkan ada hasil yang memberangsangkan pun cukuplah.
Aku letak kamera dan switch kepada video mode di satu sudut dan aku naik ke atas katil dengan telanjang bulat. Sarinah dah buka tudungnya walau pun aku tak minta. Belum aku tanya kenapa dia dah jawab dulu. Katanya takut kena air mani aku nanti, sekiranya aku pancut kat muka dia. Aku pun iyakan sajalah walau pun aku tau malam tu memang aku tak akan pancut luar punya. Mesti dia ingat aku nak suruh dia hisap konek aku lagi sampai terpancut-pancut.
Di atas katil kami berpelukan. Aku memang awal-awal lagi dah bagi tau dia supaya jangan tanggalkan kain batiknya sebab aku nak bersetubuh dengannya yang masih pakai kain batik kegemaran aku tu. Sambil aku peluk dan cium pipi dan dahinya, aku ramas bontot dia sambil meluahkan keberahian aku kepadanya.
Aku berterus terang kepadanya yang aku cintakan dia sebab bontot dia. Empuknya bontot Sarinah memang memberahikan. Berlemak membulat dan menonggek reka bentuknya. Apabila dibaluti kain batik lusuh yang lembut tu lagilah empuk rasanya.
Aku minta Sarinah hisap konek aku dan dia pun terus berlutut di sisi tubuh aku yang terlentang dan terus menghisap konek aku. Aku tengok muka bini orang yang teraniaya dek laki sendiri tu hisap konek aku. Cantik betul muka dia bila hisap konek. Walau pun tak lagi bertudung, aku tetap terlalu ghairah sampai terpaksa suruh dia stop sebab kuluman mulutnya di konek aku sungguh mengasyikkan. Membuatkan aku ghairah yang melampau. Lidahnya sesekali menguli kepala konek aku dan disedutnya konek aku sampai ke pangkal. Menggigil aku menahan perasaan supaya tak terpancut mani.
Lepas tu aku baringkan Sarinah. Aku selak kain batik dia dan aku pulak yang nyonyot cipap dia. Dia ni jenis bini orang yang pandai jaga barang. Bau cipapnya tak kuat. Malah hampir ke tak ada bau. Selesa betul aku jilat cipap dia. Air dia melimpah menandakan dia pun stim sangat. Masam masin tu memang normal sebab air bini aku pun lebih kurang je rasanya. Tak taulah bini korang camne.
Sarinah tak tahan lagi dan jambak rambut aku. Dia tarik aku membuatkan aku terpaksa ikut merangkak naik ke atas tubuhnya. Sarinah pegang konek aku dan dia sumbat masuk ke dalam cipapnya. Sekali tekan je terus konek aku masuk ke dalam. Longgar tok sah cakaplah kalau anak dah berderet keluar dari lubang tu. Tapi yang syoknya dinding cipapnya lembut je. Macam menyontot lubang yang dipenuhi kapas.
Aku pun henjut lubang cipap Sarinah yang licin berair tu. Sarinah mengerang kesedapan dan suaranya punyalah seksi. Hampir-hampir terpancut aku mendengar erangannya.
Lepas tu aku tukar posisi lain. Aku mengiringkan badan dia dan aku tujah pula konek aku dari bawah pehanya yang diangkat. Gaya ni buat aku tak boleh tahan sebab lentikan bontot besarnya yang tonggek tu terhidang jelas di depan mata aku. Kena pulak tu sambil aku menyontot cipap dia aku ramas bontot empuk dia yang sendat dengan kain batik lusuhnya, lagilah aku tak boleh handle. Cepat-cepat aku tarik keluar konek aku sebelum aku hilang kawalan.
Sarinah pun menonggeng di atas katil. Kain batiknya turun menutupi bontotnya. Lentikan bontotnya membuatkan aku kemaruk hendak menjolok bontotnya yang lebar tu. Aku sembamkan muka aku di celah-celah bontotnya yang masih ditutupi kain batik. Aku hidu aroma bontotnya sambil menikmati kegebuan bontotnya di muka aku. Sambil tu aku ramas-ramas bontotnya.
Bila dah puas macam tu, aku berlutut belakang bontotnya yang menonggeng tu dan aku selak kain batiknya. Aku masukkan balik konek aku ke dalam cipapnya dan kembali henjut sampai melentik tubuh Sarinah. Merengek Sarinah masa tu dan minta aku buat laju-laju. Berbunyi kuat cipap dia yang berair tu masa kena sontot konek aku.
Aku stop kejap dan tengok rupa batang konek aku. Berlendir dan berbuih-buih. Sah Sarinah tengah high gila dengan nafsu masa tu. Lepas dah kena henjut laju-laju, badan Sarinah melengkung tiba-tiba dan dia menolak-nolak bontotnya ke belakang tapi pergerakannya macam tersekat-sekat. Sah pula dah si Sarinah tu klimaks. Aku hentam konek aku dalam-dalam dengan hentaman yang kuat dan meraung Sarinah.
Bila dia cool je, dia tarik badan dia ke depan sampai tercabut konek aku dari lubang cipapnya. Lepas tu dia tarik konek aku masuk lubang bontot dia. Senang je masuk sebab konek aku memang berselaput dengan lendir cipap dia masa tu. Lagi satu sebab Sarinah ni memang dah biasa kena bontot dengan laki dia dan juga konek aku. Aku pun tolak konek aku ke dalam lubang bontot dia sampai rapat telur aku dengan bontot dia. Sarinah mengerang sedap masa tu.
Aku pun henjut perlahan-lahan. Makin lama makin laju. Bontotnya yang bulat dan empuk tu bergegar dan melantun-lantun masa kena hentam dengan tubuh aku. Ditambah lagi dengan keseksian tubuhnya yang melentik dan dengan kain batiknya yang tersangkut di pinggang.
Aku paut kedua-dua belah bontot Sarinah dan sontot lubang bontot dia sepuas hati. Terdongak Sarinah sambil melentik-lentik tubuhnya mengerang. Nak kata sakit tak juga sebab kalau aku stop kejap pasal penat, dia sendiri yang hayun bontot supaya konek aku terus keluar masuk bontotnya.
Bontot subur Sarinah memang sedap sekali. Bagi aku ianya berkali ganda lebih sedap berbanding lubang cipapnya sendiri. Bukan setakat lubangnya saja, daging bontotnya pun dah buat konek mencanak macam roket nak terbang ke langit.
Dulu selalu jugak Sarinah join kawan-kawannya main bola jaring dan aku suka juga menyibuk tengok dia orang main bola jaring petang-petang. Perhatian aku sebenarnya masa tu cuma pada Sarinah je. Syok tengok bontot bulatnya yang tonggek tu memantul-mantul dalam seluar track yang licin. Itu sebelum aku skandal dengan dia.
Sambil konek aku sontot lubang bontotnya, aku tengok bontot Sarinah yang subur tu. Lubang bontotnya yang entah dah berapa ratus atau ribu kali kena jolok konek lakinya tu aku tengok kembang kuncup melahap batang konek aku. Lubang tempat keluar taiknya tu berselera betul aku tengok disula batang aku yang keras sedalam-dalamnya.
Aku sendiri pun tak berapa ingat dah berapa banyak air mani aku mengisi lubang duburnya tu. Daging bontotnya yang empuk dan gebu berlemak aku ramas geram dan kegeraman aku juga turut memuncak membuatkan aku terus menghayun batang konek aku yang keras itu dengan laju dan dalam. Sarinah merengek kuat masa tu.
Daging bontotnya bergegar kuat dan bontotnya semakin melentik tonggek. Aku paut kain batik lusuhnya yang berada di pinggang dan aku tekan konek aku sedalam-dalamnya lalu aku keluarkan semua isi kantung benih ku menembak ruang kosong yang gelap di dalam lubang bontotnya. Menggigil aku memancutkan air mani ke dalam bontot Sarinah.
Sarinah pula, setiap kali konek aku berdenyut memancutkan air mani, setiap kali itu jugalah dia merengek kerana dia dapat merasakan denyutan konek aku dan kehangatan air mani yang mengisi lubang bontotnya.
Bila aku dah puas, aku pun baringkan Sarinah mengiring supaya aku boleh peluk dia tanpa keluarkan konek aku dari lubang bontot dia. Lepas tu kita orang pun borak-borak manja dan konek aku dari separuh stim jadi stim balik dan sambung balik dalam keadaan macam tu sampai pancut sekali lagi dalam bontot dia.
Sebab tu sayangnya aku kepada Sarinah lebih menggila berbanding kepada bini aku sendiri. Pandai makan pandailah simpan. Sedap gila bontot bini orang kampung.

Saya dan Pakwe

Aku berkawan dengannya dah setahun lebih . segala rahsia ku telah diketahui olehnya . jadi oleh kerana kami telah mengetahui isi hati masing masing maka terjadilah satu cerita . pada malam tu kami keluar berjalan jalan , lepas berjalan kesana kesini ..kami berdua pun duduk di satu tempat , sedang asyik berborak..tiba tiba pakwe ku berbisik teringin nak pegang buah dada aku ..aku pun terkejutlah bila dia meminta benda tu ..aku cuba mengelak untuk tidak terus dipegang ..tapi aku mengalah juga ,aku merelakan pakwe ku berbuat begitu jadi bermula adegan yang tidak diingini ..tetek ku di ramas kuat sehingga menjadi keras sehingga aku mengeluh kesedapan ..ramasan semakin kuat ..aku terus mengeluh kesedapan ..sambil pakwe ku berkata emmm bestnya ..kalau dapat buat macam nie selalu kan best ..masa tu aku dah tak boleh buat apa mulutnya terus mencium bibirku ..di hisapnya lidahku sampai aku naik lemas ..setelah puas buat sup lidah tangannya merayap pula ke bahagian bawahku ..di rabanya kuat sampai aku terpaksa kangkang dengan besar...apa lagi aku masa tu dah tak boleh nak buat apa..terpaksa akur dengan perbuatannya ..sedang asyik meraba bawahku ...( masih diluar) pakwe ku membuka zip seluar ku jadi pakweku dapatlah pegang pantat aku yang tengah basah tu ..apa lagi pakwe ku teruslah korek dalam2 dengan jarinya yang besar tu ..sampai aku mengerang kesedapan ..selepas tu tanpa kusedari baju aku sudah di buka keseluruhanya sekarang aku dalam keadaan bogel ..lalu pakwe ku mengajak masuk kedalam biliknyer apabila sudah masuk kedalam biliknyer aku dibaringkan.

Aku tidak dapat nak menahan,lalu aku membawa kepala konek pakwe aku kemulutku. Ku jilat kepalanya. Dia mengerang. Lalu ku hisap kepala koneknya. Sedekit demi sedikit koneknya memasoki ruang mulutku. Ku rasa kepala koneknyamembesar dan hangat. Pakwe ku tidak melepaskan peluangnya untuk menhisap pantatku. Sentuhan hujung lidahnya kebiji kelentitku amat mengetarkan badanku. Berpeloh aku dibuatnya. lama juga aku berkeadaan 69 dengan pakweku.

Sewaktu itu pakwe ku dalam keadaan ghairah lalu terus digeserkan koneknya pada pantat aku ..aku kegelian dan kesedapan ..setelah puas bergeseran.. Bulu yang nipis warna keperangan melitupi pantatku .pakweku mencium sekitarnya.aku meletakkan kedua belah kakiku diatas bahu pakweku. pakweku mengangkangkan peha aku. Bibir pantat aku sedikit terbuka. Pakweku menjilatnya.aku merasakan pakweku suak sedikit dengan jarinye lalu mengorek pantatku sedikit demi sedikit jari pakweku menyodok pantat aku" Argh,argh,argh!" aku mengerang perlahan.Pantat Aku sudah basah. Pakwe aku menujukan kepala koneknye ke pintu pantat aku kemudian dia menyodok sikit "Argh!" aku mengerang lagi.lagi sikit." Yes!" suara aku perlahan.
Kemudian dia menyodok lagi dalam sedikit dan terus ke pangkal. Pakwe aku menolak dan menarik berulang kali. aku semakin kelemasan dan nikmat begitu. Aku ingin pakweku merasa kehangatan lubang pantat aku, oleh sebab itu, aku mengkemut konek dia semahu ku. Kemudian aku mencabut konek pakweku keluar. Aku menolak dia terlentang lalu mencakung di atas badan pakwe aku dan memasukkan semula konek pakwe aku kedalam lubang pantata ku itu( Arghhhhh!!! BESTNYE!!! ).aku menghayun ke atas dan ke bawah .Tak lama lepas tu pakwe aku menarik keluar koneknye. Pakwe aku menolak aku pula terlentang. Aku merapatkan tetek aku dengan kedua belah tangan pakwe aku "Masuk celah tetek! Masuk celah tetek!" aku menyuruh pakwe aku.pakwe aku tidak berlengah lagi terus melakukannya tapi sebentar sahaja, pakwe aku duduk dan aku masih terlentang, peha pakwe aku di bawah peha aku, kemudian pakwe aku sodok semula koneknye kedalam pantat aku( bestnye!!!! Argh… arghhhkks!!! Pakwe aku menghayun dengan perlahan.Licin dan sedap rasanya, aku bangun dan meniarap diatas, kaki aku lurus kelantai (menonggeng!) pakwe aku pun berdiri lalu membuat ' dog style' pakwe aku pegang kiri dan kanan pantat aku dan menghayun lagi. Pakwe aku kemudian menyangkutkan sebelah kaki aku di atas bahu dia dalam posisi lentang dia sodok lagi tarik dan keluar tolak koneknye yang panjang dan besar itu dan masuk ke dalam pantat aku semula….. aku pun mengikut alunan goyangnya ..dah nak sampai klimaks aku terus dihayun kuat ..apa lagi aku ahhhhhhh uhhhhhhhhhhh..arghhhhhhhhhhh...uhhhhhhhhh...aaaa..sambil menelan air liur ...tengah aku ahhh uhhhhhhhhhhh pakwe ku pancutkan air mani kedalam lubang pantat ku .. saat itu juga

Sami India

Panggil aje aku Pn.Salmah.Kisah aku bermula bila aku mendapat tahu
yg suami aku mempunyai hubungan sulit dgn setiausahanya...aku pun
mendesaknya untuk berterus terang..suami aku mengaku yg dia memang
sayangkan setiausahanya itu dan mereka telah merancang untuk berkahwin
samaada aku setuju ataupun tidak.Hancur lebur hati aku bila mendengarnya.
apa boleh buat nak kecoh2 serang budak tu..itu bukan style aku,jadi
aku pun mengambil keputusan untuk mengunakan ilmu hitam
Diam2 aku pergi ke rumah seorang sami India yg dihebohkan "power"
oleh kawan aku Rozita.Aku pergi seorang diri tanpa pengetahuan suami
aku dan juga Rozita sendiri.Sami itu namanya Gopal yg tinggal lebih
kurang 30km dari tempat aku tinggal.Aku masih ingat lagi bila sami
Gopal memberitahu aku bahawa suami aku telah terkena ubat guna2
tg dilakukan oleh setiausahanya dan menyuruh aku meminum sejenis
air berwarana biru kononya penawar supaya aku tidak turut tunduk
kepada ilmu setiausaha suami aku.Selepas kira2 10min aku minum air
penawar biru itu aku rasa kepala aku pening seketika dan perasaan
nafsu ghairah yg sangat kuat menguasai diri aku secara tiba2.
Sami Gopal kemudian menyuruh aku berbaring menelentang di atas tilam
di ruang tamu rumahnya dan mula membaca jampi dalam bahasa india
dan menghembus berulang kali keatas tubuh aku.Selepas 5-6 kali dihembus
oleh sami Gopal aku merasa khayal..antara sedar dan tidak aku merasakan
tangan berbulu sami Gopal bermain2 di atas dada aku.Aku tidak berdaya
untuk berbuat apa2 kerana rasa ghairah yg amat sangat.Kedua2 buah
dada aku terasa amat tegang didalam baju t nipis aku.Puting aku
terasa menonjol,dan celah pantat aku terasa sungguh panas dan mula
basah.Aku dapat rasakan sami Gopal mengangkat kepala aku ke atas
bantal sambil menanggalkan pakaian aku satu persatu.Setelah aku
dibaringkan tanpa seurat benang pun ditubuh aku,sami Gopal mula
menjilat dada aku dan seterusnya mengulum puting buah dada aku dgn
rakus.Nikmat yg tak terkata aku rasakan saat jambang kasar sami
Gopal bergesel dgn kulit buah dada aku yg halus.
Aku merasa sangat bernafsu dan pantat aku semakin basah berair.Aku
perlahan2 mengerakakn tangan aku terus mencapai kepala sami Gopal
yg sedang berada di celah kelengkang aku.Aku menekan2 kepala sami
Gopal dgn kuat agar jambangnya bergesel dgn bibir pantat aku dan
juga supaya jilatan lidahnya dapat masuk lebih dalam lagi.
"Oooooohhhhhhh.....sseedddaaapppppnnyya ooohhhhh...."aku mengeluh
kesedapan bila aku merasakan sami Gopal menyedut2 biji kelintit
aku.
Aku mengerang sambil kedua2 mata aku terpejam kenikmatan. Kesedapan
aku semakin bertambah bila sami Gopal mula menjilat2 lembut di
sekeling lubang bontot aku...aduh!!!...sedapnya tak terkata bila
diperlakukan begitu rupa oleh sami Gopal..suami aku sendiri tak
pernah jejak lidah nya disitu...tapi sekarang seorang sami india
sedang lahapnya menjilat2 dan menyucuk2 lidahnya kedalam lubang
bontot aku.Semakin kuat aku meramas2 rambut sami Gopal kerana
kesedapan.Sami Gopal kemudian mengangkat kedua2 belah kaki aku dan
diletakkanya di atas bahunya yg hitam itu.Apabila dia menegakan
bahunya bontot aku terangkat sekali.Sami Gopal lagi sekali membenamkan
kepalanya di celah peha aku dan mula menjilat bibir pantat aku dgn
rakus dan lahap..sehinggalah untuk sekian kalinya lubang bontot aku
di kerjakan oleh lidahnya..tapi kali ini lebih nikmat...dgn mengunakan
kedua2 belah tangan hitam berbulunya,sami Gopal membuka seluas2nya
lubang bontot aku lalu dia menjelirkan lidahnya sedalam2 yg mungkin
kedalam lubang bontot aku sambil jari tangan kanannya
mengentil2 biji kelintit aku serentak.Satu kenikmatan yg tidak pernah
aku rasa selama aku bersetubuh dgn suami aku selama ini.
Setelah 20min lidah sami Gopal menjilat pantat dan bontot aku serentak.
Sami Gopal mengarahkan aku supaya menonggeng
"saya mau kasi tau sama awak,awak punya punggung sudah itu kena
sama itu perampuan punya sihir...kalu tunggu lagi lama..lagi
susah..sekarang saya mau kasi itu sihir hilang...awak itu tonggeng
betul2 ..kasi awak punya punggung ada naik tinggi.."
Tanpa banyak soal aku pun terus menonggengkan bontot aku "kaw-kaw"
depan muka sami Gopal.Aku lihat sami Gopal memandang ke arah lubang
bontot aku sambil menelan air liurnya.Kemudian sami Gopal mula
mengurut perlahan2 daging bontot aku yg putih pejal dgn sejenis
minyak.aku merasa khayal semula. Bontot aku terkemut2 menahan
kesedapan urutan tangan sami Gopal.
"Awak kasi awak punya punggung lagi angkat tinggi..awak punya
kepala kasi jatuh atas bantal....awak juga mesti pandang sama
saya punya muka bila saya kasi ubat awak punya punggung..ada
paham?" Aku memganguk perlahan tanda memahami arahanya.
Sekarang aku berada diposisi meniarap,muka dan dada aku di atas
tilam sementara bontot aku terangkat tinggi keatas.Sami Gopal
merenggangkan kedua belah kaki aku dan mula melumurkan minyak ke
celah2 rekahan bontot pejal aku yg terbuka luas.
"Oooohhhhhhh....Oooohhhhhh...." satu erangan kesedapan terkeluar
dari mulut aku.
Sami Gopal menambahkan lagi minyak ditangannya dan mula memainkan
jarinya di tepi lubang bontot aku.Aku meramas tilam kesedapan.Sambil
itu jarinya cuba menyucuk lubang bontot aku.
"awak jgn kasi kemut...biarkan saja"
Aku cuba merehatkan otot2 bontot aku dan tanpa disedari jari hitam
sami Gopal yg licin berminyak dgn mudah masuk kedalam lubang bontot
aku.
Setelah berjaya memasukan jarinya Sami Gopal mula mengerakkan jarinya
keluar masuk lubang bontot aku.
"Argghhh.....Ooouggghhhh....Arggghhhh......Oooohhhhhhh..." Sedapnya
aku rasa waktu itu.
Setelah perjalanan jari hitam sami Gopal lancar keluar masuk lubang
bontot aku,dia berdiri di belakang aku sambil jarinya masih terbenam
dalam lubang bontotku.Aku melihat sami Gopal melucutkan kain yg
di pakainya dan tersembullah akan batang zakarnya yg sungguh besar
dan panjang tegang mencanak ke atas...batangnya aku lihat hitam
berkilat..urat2 kasar timbul disekeliling batangnya tg lebar itu.
Sementara kepala zakarnya kembang berkilat...wow besarnya...
"Awak mau buat apa ni" tanya aku pada sami Gopal.
"Jgn takut,ini saya mau kasi buang sama itu sihir"kata
sami Gopal sambil dia melumurkan minyak ke serata batang besar
zakarnya.
Selesai berkata2 sami Gopal menarik jarinya keluar dan terus menusukkan
batangnya ke lubang bontot aku.
"Aarrgghhhhhhhhh!" Aku menjerit kesakitan sambil mengangkat
kepala dan dadaku ke atas.
"Awak jgn kemut!!..kasi teran sikit" arah sami Gopal yg sedang
merenggangkan daging bontotku.
Setelah aku meneran sedikit..hampir separuh batang zakar sami Gopal
terbenam ke dalam bontot aku.Dia berhenti seketika lalu mengembangkan
batang dan kepala zakarnya..
"Ooohhhhh.... Arrgghhhh... sedapnya... ooohhhhhhh.."
Kemudian dia menarik keluar batangnya dan menusukkan kembali
sehingga kesemua batang besar zakarnya terbenam jauh kedalam dasar
lubang bontot aku.Zakar sami Gopal seakan2 berdenyut2 bila aku
mula mengemut batangnya.
"Sekarang saya mau awak menjilat bibir awak ..masa saya tarik dan
tekan saya punya batang, lagi banyak awak jilat .. lagi cepat itu
sihir hilang!" aku mengangukkan kepala aku tanda paham apa yg
patut aku lakukan.
Sami Gopal mula menarik keluar dan menusukkan batangnya dgn ganas.
Setiap kali menerima tujahan batang sami Gopal setiap kali itulah
aku menjilat2 bibir aku sambil mengerang kesedapan.Tanpa disuruh
aku mula mengosok2 akan biji kelintit aku serentak dgn tujahan
demi tujahan sami gopal di lubang bontot ku.
Kesedapan yg tak terhingga aku rasakan bila sami Gopal mula melakukan
tujahan zakarnya dgn laju
"Aarrggghh..sedapnya.. laju lagi gopal..ooohhhhhhh...sedap...
sedap....aarrrggghhhhhh...ooooohhhh..ooooohhhhhhhhh....
laju lagi....." Sebelah tangan hitamnya memegang pinggang dan
sebelah lagi menarik rambut aku kebelakang.
Aku mengikut gerakan sami Gopal sambil menggayak-ayakkan bontot
aku ke kiri dan ke kanan.
Tiba2 aku rasakan kesedapan itu semakin tinggi darjah kelazatannyanya..
aku berada di puncak nikmat..
"Ooohhhhh...sedapnya..." keluh aku kesedapan saat air mani
aku mula terkeluar membasahi seluruh lubang pantat ku.
Sami Gopal semakin lama semakin laju menghentakkan batangnya keluar
dan masuk... peluh sami Gopal menitis2 di atas belakang aku. Sehinggalah
aku rasakan sami Gopal menghentak dan membenamkan seluruh batangnya
kedalam bontot aku dgn satu hentakan yg kuat dan padu. Aku dapat
merasai yg batangnya semakin keras dan kembang
"Aaaaaaaarrrrrrrrggggghhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!" sesuatu
yg panas mula terpancut dalam lubang bontotku.
lebih 5 kali aku rasakan zakar sami Gopal mengembang ketika air
mani pekatnya memenuhi seluruh ruang bontot ku. Aku masih menggentel
biji kelintitku ketika sami Gopal merapatkan badan berbulunya
menindih dan memeluk aku dari belakang.
"Kemut sama saya punya batang.. ooohhhh... kemut lagi.."
arah sami Gopal.
Aku terus mengemut zakar sami Gopal dgn satu kemutan yg istimewa.
Sami Gopal segera mencabut batang zakarnya dan melumurkan air
maninya yg masih melekat di zakar ke atas bontot aku.
"Jgn basuh ini sampai esok pagi"katanya sambil mencium bibirku.
Setelah mengenakan pakaian dan bersedia untuk pulang,sami Gopal
berpesan supaya petang esoknya aku datang lagi kerana dia mahu
membuang sihir di kawasan pantat aku pula.
"Hari ini tak sempat.. esok ya?" katanya sambil menepuk2
daging bontot aku yg baru saja di kerjakannya.
"Baiklah..saya balik dulu.."
Semenjak hari itu aku dan sami Gopal selalu melakukan "anal sex"-sedap...
lubang bontot aku semakin longgar..tapi aku tak kisah..janji aku
puas.Sementara suami aku pulak..aku memberi kebenaran untuk dia
berkahwin dgn setiausahanya.Ini memberi aku lebih banyak masa dan
peluang untuk aku memuaskan nafsu aku dgn sami Gopal yg sangat lahap
untuk meluaskan lagi lubang bontotku.

Saat Bersama Jiran

Ceritanya berlaku tak lama dulu, adalah 5 tahun lepas. Masa tu aku dan isteriku duduk menyewa di sebuah rumah di taman perumahan. Waktu tu aku ada seorang cahaya mata yg aku biasa letakkan di rumah org untuk di jaga di siang hari semasa aku dan isteriku pergi bekerja. aku bekerja di sebuah pelabuhan yg baru sementara isteriku pegawai kerajaan. Di sebelah rumah penjaga anak ku tinggallah sepasang suami-isteri yang mempunyai 5 org anak kecil. Suaminya ni seorang jurutera dan selalu kena bekerja di luar negara memantau project, kadang2 6 bulan baru pulang kerumah. Nama wanita ni Jue, tu yang isteri aku cerita pada aku, sebernanya dia dan isteriku selalu duduk bersembang bila masa nak menjemput anakku dari rumah penjaganya. Dari mulut isteriku ni banyaklah juga aku ketahui tentang dia ni, dah 10 tahun berkahwin dan selalu kena tinggal suaminya, umur Jue ni masa tu baru 28thn. dia ni pernah sekali ikut suami ke luar negara tapi kerana dia tak boleh sesuaikan diri masa di luar negara dia tak mahu ikut lagi suaminya tu lagipun dia kata anak2 kecil dan sekolah lagi. Dia lebih senang duduk d rumah saja bersama ank2 dia yg kecil tu. Masa aku pindah kat situ suami dia dah lebih 6 bulan tidak jenguk dia dan anak dia. Menurut isteri aku dia banyak juga bertanya tentang keluarga aku termaksuklah aku, kerja di mana, sebagai apa? dan lain-lain lagi. Di pendekkan cerita pada satu hari tu isteri aku outstation dan penjaga anakku tiada di rumah menziarah datuk yg tenat di kampung. Aku pula ambil cuti selama 3hari untuk menjaga anakku yg kecil tu. Inilah pertama kali aku menjaga anakku ni tanpa isteriku, entah macamana pada jam 10 mlm tu anakku ni meragam menangis tak berhenti-henti, dekat 30minit aku panik, terpikirkan pulak si Jue ni ada anak kecil mesti tahu apa sebabnya anak aku ni menangis tak henti2, tiba2 pintu rumah di ketuk org, aku pun bukalah pintu, tercegat Jue depan rumah aku, dia bertanya kenapa dgn anuakku ni tak henti-henti mnenangis, dia terus masuk ke rumah dan mengambil dan mendukung anakku tu, 10 minit lepas tu anakku diam, aku menjenguklah apa yg si Jue tu buat, rupanya dia sedang menyalinkan pampers anak aku.... Jue memanggil aku dan menyuruh aku buatkan susu, masa aku memberikan botol susu tu pada dia, kami secara tidak sengaja berpegangan tangan, dia senyum je...ni semua berlaku di dalam bilik tidur ku di atas katil ku, suasana menjadi begitu romantik pula, dia menyuapkan botol susu tu ke mulut anak aku, barulah aku terperasaan si Jue ni memakai baju tidur yg agak nipis dan agak low-cut sedikit, jadi sempatlah aku menjeling kearah buah dada dia,memang confirm dia tak pakai coli dan saiz yg aku kira agak lumayan juga berbanding dgn isteri ku punya. Aku tenung buah dadanya tu agak lama juga, aku kira dia pun perasan beb yg aku sedang perhatikan buah dadanya tu, Jue memaling ke arah aku dan sempat berkata...Hai dah ada yang bini punya masih nak pandang2 lagi orang lain punya ke..? Aku tersentak dan lamunan ku terhenti di situ, malunya aku bukan main lagi masa tu...dia sempat ketawa kecil..tapi yang agak memeranjatkan aku bila dia pandang kearah bonjolan pada kain aku tu...memanglah masa tu aku pakai kain pelikat dgn t-shirt je, batang seludang aku ni pulak menegang...aduh malunya aku...matanya mengerling kepada ku dari atas ke bawah..... Macamanalah...apa aku nak buat, aku terus keluar dari bilik tu, 30 minit kemudian Jue keluar dan berkata yg baby aku dah lena tidur...aku ucapkan terimakasih padanya..dia senyum dan berkata mana upahnya...sambil menuju kearah aku, aku jadi mengelabah tak keruan, waktu tu dah nak masuk tengahmalam. Bila Jue dah dekat dgn aku jantung aku berdegup dgn kencang entah macamana aku terus sambar badan Jue memeluknya dgn erat di pingggangnya dan terus beri dia kucupan ke aaarah bibirnya, Jue seperti terkejut dan tidak menyangka akan tindakan kilat aku tu, mulanya dia seperti menolak kucupan aku, aku seperti di possess...mungkin setan dah menghampiri diri kami, Jue jadi lemah dan dia secara semulajadi memberi respon pada settiap kucupan yg singgah di bibirnya itu....akhirnya kami berkucupan tanpa rasa gementar atau takut lagi, Jue seperti meminta lebih dari kucupan aje dari gerak geri dan cara dia melayan aku...aku terus merangkul tubuh Jue dan membaringkan dia di atas sofa kulit yang aku beli dari Italy, aku menindih tubuh Jue yang tengah kegersangan, dengan rakusnya aku meramas-ramas buah dada Jue, aku dengar Jue mengerang dan mengeliatkan badannya, dia membisikkan satu perkataan pada telinga aku, aaahbang Jue dah tak tahan, Jue merelakan aaabangggnya..... Itulah katanya yg terakhir yang aku dengar, aku dengan automatik melucutkan kain dan baju aku, kemudian aku merentap baju tidur yang Jue pakai...abis koyak baju tu....dia tidak membantah malah dia membantu ku dengan menanggalkan cebisan kain yang masih terlekat di tubuhnya itu....... Aku terpaksa berhenti di sini dulu, sambung di kemudian hari...Jue dah datang ke rumah ku...Aku nak main pepek Jue puas-puas sebab dah 2 bulan dia tak jenguk aku....

Rina

Adalah sorang awek cina tu baru pindah rumah sebelah kat apartment aku, aku pun sebab boring punya pasal tolonglah dia pindah, menyibuk pun ia. Dia ni pun boleh tahan jugak bentuk badannya. Namaya Rina Chong, seorang executive, tapi belum ada kereta sebab kereta Wajanya belum ready lagi.
Cerita punya cerita rupanya dia punya office kat sebelah office aku aje kat KL. So seminggu lepas dia pindah aku pun offerlah kalau - kalau dia nak tumpang aku pergi kerja sama-sama. Rina pun setuju, sebab public transport dari apartment kami ke KL payah sikit, kerana dia kata dia belum ada special lagi, aku pun seronok sangatlah, sebab aku bujang lagi.
Aku kata kalau nak ikut aku kena tolong kejutkan aku pagi - pagi sebab aku ni masuk kerja ikut suka hati, sebab aku boss kecik kat ofis. SO dia kata okay.
Oleh kerana apartment tu belum ada phone-line, aku pun bagi kunci rumah aku kat Rina.
Pagi tadi(May 24 ,2001, 7.10 AM), Rina datang kejut aku, tapi kali ni aku rasa basah dan sejuk semacam aku konek aku. Bila aku terjaga rupanya Rina sedang mengulum batang aku apa lagi aku terjaga batang aku pun terus terjaga macam asakar sedang berbaris.
KErana dah tak tahan sanagt aku pun bangun lalu aku tarik RIna yang cuma memakai baju gaun tidur. terus cium mulut dan pegang tetek dia. Rina cakap slow sikit, tak lari kemana punya.
AKu buka baju dia, tu dia tetek bulat dan tegang, puting dia pun bukan main tegang lagi. Tanpa banyak cakap aku terus nyonyot tetek Rina sambil duduk, sambil tangan meramas-ramas tetek yang sebelah, dan bergilir gilir, lepas sebelah kiri sebelah kanan, kadang-kadang tu aku geram sangat sampai menjerit Rina sebab sakit.
Semua tu kami buat sambilberdiri atas lutut masing-masing.
Rina pulak meraba-raba dan mengusap batang aku sambil mencium-cium rambut aku, sebab aku sedang sibuk menyoyot teteknya.
Bila dah puas dengan tetek Rina, Rina minta aku jilat pantatnya pulak, aku pun apa lagi terus menjilat panatatnya, wah wanginya sebab Rina dah spray dengan parfume jenama mahal punya.
Sedang menjilat-jilat pantat Rina, Rina dah tak tahan pulak minta aku masukkan batang pulak, air RIna jangan katalah memang banyak sampai basah muka aku, macam cuci muka lah pulak...
Rina terus baring dan membuka kakinya luas-luas untuk memberi peluang kepada 'pahlawan' masuk ke gelanggang.
Susah jugak nak masuk sebab RIna ni rupany masih dara lagi.
Bila dah masuk Rina merengak bagai nak rak, sedapnya pantat Rina tak tau nak cakap.
Bila dah sorong taik selama lebih kurang 10 minit tibalah saat-saat bahagia, aku pun tanya RIna, 'in or out?', Rina cakap 'Outside, outside....ah ah ah ...'
Aku terus cabut batang aku dah melutut, apa lagi air mani aku terus memancut dengan deras nya dan terus landing kat atas tetek RIna, ada jugak titik titik yang terlepas samapi kemukanya.
Hari tu kami tak jadi pergi kerja, Rina ambik cuti lagi dua hari, aku pulak ambik cuti seminggu. Sedap punya pasal.
Hari tu kami bersetubuh sampai 4 kali, sampai air mani akupun keluar sikit aje...
Dah habis tulis cerita ni aku nak main lagi ni sebab Rina dah datang, aku dengar bising aje kat ruang tamu aku...okay aku chow dulu...pada kengkawan, sorry, aku punya sorang aje, yang ini tak boleh kongsi sebab aku ingat nak kahwin terus dengan dia...bye-bye see you

Ratih

Namaku Ratih. Usiaku kini 27 tahun. Menurut banyak teman-teman priaku, wajahku sesungguhnya tidak terlalu cantik, namun diakui sangat merangsang. Demkian juga pendapat mereka mengenai bodyku. Dengan tinggi badan 168cm dan berat 57kg, penampilanku selalu mengundang tatapan napsu setiap lelaki. Aku menyadari betul bahwa bagian tubuhku yang paling menarik perhatian kaum pria adalah buah dadaku yang berukuran 34B dan pantatku yang besar dan membulat. Kendati selalu menjadi pusat perhatian kaum lelaki, sampai usia 25 tahun aku belum pernah merasakan kenikmatan bersetubuh dengan lelaki. Buah dadaku yang bulat dan kencang belum pernah dijamah lelaki. Demikian pula kemaluanku yang berbulu lebat belum pernah merasakan dahsyatnya hunjaman kemaluan lelaki yang katanya bisa membuat kaum wanita merintih-rintih dan menggelinjang karena rasa nikmat yang luar biasa. Oh ya, ada satu hal lagi yang katanya membuatku terlihat sangat sexy, yaitu bulu ketiakku yang tumbuh lebat dan subur. Kerapkali jika aku mengenakan gaun tanpa lengan, banyak lelaki mencuri-curi pandang kearah bulu ketiakku yang menyembul dari balik lenganku. Sebagai wanita normal, pada usia sedemikian tentu saja kadang-kadang timbul gejolak birahi yang menggebu-gebu untuk mereguk kenikmatan cinta bersama lelaki yang kusukai. Sayangnya, lingkungan tempat tinggalku di sebuah kota kecil di Jawa Tengah kurang memungkinkan bagiku untuk bergaul agak bebas dengan lelaki. Aku tinggal bersama kakak perempuanku yang sudah bersuami sekitar 3 tahun namun belum mempunyai seorang anakpun. Saat itu aku masih kuliah disalah satu perguruan tinggi dikota itu. Orang tuaku di Jakarta menitipkan diriku pada kakakku untuk dibimbing sambil membantu-bantu kesibukannya dirumah. Kami tinggal di sebuah rumah tua yang cukup besar dan memiliki halaman serta kebun yang luas. Maklum, kondisi rumah di daerah tentunya jauh berbeda dengan dikota besar. Jarak antara satu rumah dengan rumah lainnya agak berjauhan dan dipisahkan oleh pepohonan. Uniknya, untuk mandi kami harus pergi ke sumur dibelakang rumah. Karena sumur itu dikelilingi oleh pepohonan bambu,maka tidak ada dinding penutup sedikitpun dikanan-kirinya. Sumur itu tidak digunakan hanya untuk mandi keluarga kami saja, melainkan ada juga beberapa tetangga yang sering ikut mandi. Pada awalnya, aku merasa malu dan risih juga untuk mandi berbugil ria bareng-bareng dengan kaum lelaki. Rasanya sungguh malu untuk bertelanjang bulat dihadapan kaum pria yang cenderung memelototkan matanya lebar-lebar kearah tubuhku, walaupun sebenarnya semuanya sama-sama bugil! Biasanya aku tidak bugil seratus persen disaat mandi, paling sedikit masih memakai kutang dan celana dalam. Itupun kulakukan dengan perasaan yang sangat malu. Tahun pertama aku menetap dikota itu, aku merasa tubuhku bertambah subur, terutama dibagian dada dan pantat. Aku masih ingat, ketika berangkat kesini ukuran kutangku adalah 32B dan celana dalamku adalah ukuran S. Namun lama kelamaan terasa bahwa kutang dan celana dalamku semakin sempit dan ketat saja. Sayangnya, dikota kecil seperti ini untuk membeli pakaian dalam agak sedikit sulit karena pilihannya terbatas dan letak tokonya pun cukup jauh. Oleh karena itu walaupun ukuran buah dadaku semakin besar, aku tetap mengenakan kutang berukuran 32B dan celana dalam ukuran S tersebut. Lama-kelamaan akupun jadi terbiasa mengenakan kutang yang sangat ketat itu. Bahkan jika akan sedang berdandan, kulihat di cermin tampilanku menjadi sangat sexy dengan kutang ketat warna hitam yang membelit dadaku dengan kencangnya. Buah dadaku seakan-akan ingin meloncat keluar saking ketatnya kutang yang kukenakan. Jika dilihat bagian punggungku, nampak sekali betapa ketatnya beha itu membelit tubuhku sehingga kelihatan lekukan daging punggunggku yang menyembul keluar. Suatu hari, seperti biasanya aku pulang menjelang sore. Setelah mandi dan makan malam, aku segera beranjak kekamar untuk tidur karena sangat mengantuk. Dengan cepatnya aku terlelap tanpa sadar bahwa aku belum lagi berganti pakaian. Tengah malam aku terbangun karena kegerahan, dan seperti biasa akupun menanggalkan pakaianku hingga tinggal memakai kutang dan celana dalam saja (setiap hari aku memang sudah biasa tidur dalam keadaan setengah telanjang). Saat akan membaringkan tubuhku kembali, samar-samar aku mendengar suara-suara aneh dari arah kamar kakakku. Sepertinya ada suara orang mendesah-desah dan merintih. Karena ingin tahu, aku segera mengendap-endap menuju kamar kakakku yang hanya dibatasi oleh sehelai gorden tipis. Kupasang telingaku baik-baik dan kutajamkan mataku untuk menembus kegelapan kamar kakakku. Kini jelas terdengar desahan dan rintihan kakakku. "Aaaaah,..... aduuuuuh.... lagiiiii ... maassss ! Oooooooohhhh.... nikmatnya....sssshhhhh,...tekan lagi maasss !!! Kulihat samar-samar tubuh kakakku yang hanya dililit sehelai kutang hitam sedang ditindih oleh suaminya. Keduanya nampak sudah basah kuyup oleh keringat. Tiba-tiba kulihat suami kakakku menggenjotkan pantatnya dengan lebih keras dan cepat. Tubuh kakakku nampak bergemetaran menahan hunjaman kemaluan suaminya. Ia terdengar merintih lagi : Aaaaah, maaas...... aku...akuuu tak tahan lagi maaaas,......aaaaaaaaaahhhhh !!!!! Sejenak tubuh kakakku yang putih itu berkelojotan sambil memeluk erat tubuh suaminya, kemudian iapun terkulai dengan tubuh lemas dan mandi keringat ! Terus terang, napsu birahiku ikut bergolak menyaksikan adegan yang demikian mendebarkan. Itulah untuk pertama kalinya aku menyaksikan kejantanan seorang lelaki yang memberikan kenikmatan bersetubuh luar biasa kepada pasangannya. Aku berdebar melihat betapa kemaluan suami kakakku yang besar dan keras itu menghunjam dengan kuatnya turun naik medalam kemaluan kakakku. Tiba-tiba akupun ingin merasakan nikmatnya persetubuhan ! Tanpa terasa, sekujur tubuhku terasa lemas dan berkeringat sehingga kutangku yang ketat serta celana dalamku terasa basah. Akupun kembali ketempat tidur dengan perasaan tidak keruan. Sambil telentang aku membayangkan diriku sedang disetubuhi oleh suami kakakku. Diam-diam tangan kananku meraba-raba kemaluanku, dan tangan kiriku memelorotkan tali kutangku untuk memilin-milin puting buah dadaku sendiri. Rasanya sungguh nikmat luar biasa. Puting susuku mulai mengeras dan buah dadaku semakin terasa menekan behaku sehingga terasa bertambah ketat membelit. Demikian pula kemaluanku mulai terasa basah. Aku mulai merintih dan mendesah perlahan. Karena perasaan geli dan nikmat semakin dahsyat, tanpa kusadari aku merintih-rintih semakin keras. "Aaah...aahhkkhhh....aduuuuhhhh,..ssssshhh..nikmatnya ! Tiba-tiba timbul rasa geli dan nikmat yang sangat luar biasa, sehingga aku mengejan dan berkelojotan. Aaaaaaaaaahhhhhhh......sssssshhhh! Cairan hangat menyembur dari kemaluanku, dan akupun terkulai lemas dan tertidur kembali dengan nyenyak. Sejak saat itu, hampir setiap malam aku berkhayal bersetubuh dengan seseorang. Rupa-rupanya kejadian tersebut secara tak disadari membawa perubahan besar dalam jiwaku. Aku secara diam-diam mulai merasa bergairah dan bisa menikmati pandangan liar laki-laki yang menatap tubuhku. Lama-kelamaan aku malah mempunyai keinginan yang menggebu-gebu untuk mempertontonkan tubuhku yang seksi dihadapan mereka. Itu kulakukan disaat mandi beramai-ramai. Mulanya memang agak canggung, namun terasa ada dorongan kuat dari dalam tubuhku untuk mempertontonkan tubuhku dihadapan kaum lelaki. Suatu sore, seperti biasa aku mandi di sumur. Sudah ada beberapa orang yang mandi disana, diantaranya seorang lelaki tetanggaku separuh baya, dan dua orang ibu muda yang sedang mandi. Ibu muda itu masih mengenakan kutang dan kain. Aku sengaja berjongkok persis berdekatan dengan si lelaki yang juga sudah bertelanjang bulat. Perlahan-lahan aku tanggalkan pakaianku sehingga kini aku tinggal memakai kutang hitam dan celana dalam hitam mini yang ketat. Aku berjongkok membelakangi si lelaki, namun dalan jarak yang sangat dekat. Ia pasti bisa melihat dengan jelas betapa ketatnya kutang hitamku melekat pada tubuhku dan betapa montoknya pantatku. kemudian perlahan-lahan aku lepaskan celana dalamku, sehingga kini tubuh putihku hanya dibelit oleh sehelai kutang hitam yang amat ketat ! Aku berdiri membelakanginya dan membungkuk sambil menggosok-gosok kakiku. Aku yakin, dia pasti bisa melihat dengan jelas bulu ketekku serta bulu kemaluanku yang lebat dari belakang. Sepintas kulirik kemaluannya juga mulai membesar dan mengeras. Kedua ibu muda itu tak lama kemudian selesai mandi dan mereka kembali kerumah masing-masing. Tinggallah kini aku berdua dengan si lelaki itu. Jantungku berdebar keras dan gairahku semakin menggebu-gebu. Aku membalikkan tubuhku menghadapi si lelaki yang sudah dikuasai birahi itu. Aku mengggosok-gosok selangkanganku dihadapannya dengan penuh gairah dan napsu. Tanpa sengaja, aku mengeluarkan rintihan kecil : Aaaaaahhhh....!!! Tiba-tiba dia mendekap tubuhku, meremas-remas buah dadaku dan memasukkan kemaluannya kedalam kemaluanku. Aaaaaaahhhh..... nikmatnya maaaaassss....! Rintihku. Kami mulai dikuasai napsu berahi. Ia meremas-remas buah dadaku dengan penuh napsu dan akupun memelorotkan tali kutangku yang terasa makin ketat melilit tubuhku. Tiba-tiba "Breeetttt..." kutangku yang ketat itu akhirnya robek dan putus tak kuat menahan tekanan buah dadaku yang mengeras karena napsu !

Pensyarah Lama

Ini cerita benar berlaku setahun yang lalu. Aku saorang pelajar IPT dan kami pelajar-pelajar perempuan selalu juga menonton vcd blue. Satu hari aku rasa terlalu horny selepas melihat vcd pada malam sebelumnya. Aku memang dah tak tahan tetapi aku belum pernah buat sex. Sebenarnya aku tak ada pakwe lagi. Jadi apa boleh buat, tahan sajalah. Tengah hari tu aku hendak berjumpa saorang pensyarah ku. Dia agak berumur aku rasa dalam lingkungan 40an. Bila aku ketuk pintu aku dengar suara minta tunggu sekejap. Bila beliau buka pintu nampak seperti dia baru pakai baju. Aku minta maaf kerana menganggu. Dia kata tak ngapa hanya dia baru mandi selepas pergi gym tengahari tadi. Beliau kata beliau perlu kuruskan badan sedikit. Memang badan nya agak gempal dan juga gelap sedikit. Aku tutup pintu biliknya dan aku perasan yang zip seluarnya terbuka. Lepas tu dia jemput aku duduk di kerusi set dan apabila dia duduk aku boleh nampak seluar dalam nya melalui lubang zip yang terbuka. Tiba-tiba perasan horny aku datang kembali. Aku pun hairan macam mana pensyarah yang gempal dan gelap ini boleh menaikan nafsuku. Aku mula merancang macam mana nak tackle beliau. Aku pun buat-buat bertanya berkenaan nota yang aku tulis. Dengan cara itu, aku dapat lah berdekatan dgn nya. Aku sengaja mengesel buah dada aku ke tangan nya. Aku mula perasan seluar nya mula membengkak. Aku sengaja jatuhkan pensel aku dan aku tunduk di celah kelangkang dia supaya dada ku tergesel dgn pehanya. Bengkak diseluarnya makin ketara. Aku letakan tangan aku diatas peha nya dan dia pandang kepada ku. Aku dah tak tertahan lagi dan aku terus naik kan tangan ku ke atas hingga menyentuh zakarnya dari luar. Dia baru perasan yang zipnya terbuka. Aku pun tangalkan cangkuk seluarnya. Dia kata dia tak pernah buat ini dgn orang lain tapi kalau aku nak juga, kunci kan pintu bilik nya dahulu. Aku pun bingkas bangun mengunci pintu dan pantas kembali kepada nya. Dia berdiri supaya aku dapat londehkan seluar nya dan sekali dgn seluar dalamnya. Wow, terkejut aku apabila senjatanya tertengak besar dan panjang. Saiznya macam pak hitam dalam vcd blue yang aku pernah lihat. Tak sangka aku orang melayu pun ada yang bersaiz seperti pak hitam. Dan tak sangka aku orang gempal seperti beliau mempunyai senjata begitu besar dan panjang mungkin hampir 10 inci. Aku terus mengusap2 batangnya dan buat blowjob pertama dalam hidup ku. Memang tak mampu aku masukan semuanya. Kemudian dia bangunkan aku berdiri dan terus buat french kiss. Lidah ku dikulum2nya dan aku rasa sungguh lazat. Aku tak sedar bila masanya dia tangalkan semua baju ku. Aku dan dia telah bogel sepenuhnya. Dia turunkan aku supaya aku duduk diatas kerusi dan kangkang kan peha ku. Dia terus menjilat pussy ku. Oh enak nya merasa pertama kali pussy ku dijilat. Oh aku tak tertahan lagi dan meraung2 kesedapan. Aku sampai kemuncak beberapa kali sebelum dia tidurkan aku diatas kerusi. Dia letakan kepala senjata nya besar itu dipintu pussy ku dan terus mencium ku. Dalam kesedapan mencium aku merasa kepala senjatanya memasuki pussy ku. Terasa sedikit kesakitan tetapi french kiss yang yang berahi memukauku hingga terlupa kesakitan di pussy ku. Aku rasa senjatanya memecah dara ku dan terus masuk. AKu rasa pussy ku dipenuhi senjata yang besar dan aku rasa menyucuk hingga ke belakang ku. Oh aku rasa terlalu ghairah bila dia mula keluar dan masukan senjatanya. Dia masuk dgn perlahan dan tarik dgn agak laju sedikit. Dia berulang2 melakukannya. Aku tak tahan lagi ohhhhh ohhhhhhhhhohhhh ohhhhhhhhhhhhhh! Aku climax entah yang keberapa. Hampir 15minit keluar masuk aku rasa badan nya mula mengeletar. ohhhhhhhhh aku rasa pancutan yang kuat kedinding vagina ku. Oh lazat nya..... Aku tak tahu berapa kali dia pancutkan ke dinding vagina ku. Akhirnya aku climax sekali lagi bersamanya. Aku ingatkan telah tamat, tetapi di suruh aku menongeng dan dia bersedia untuk buat doggy. Oh aku pengang batangnya yang masih keras itu dan bantu menunjukkan arahnya. Dia benamkan batang nya perlahan2. Aku rasa pussy ku mengengkang untuk memberi laluan kepada senjata nya yang besar tu. Dia berhenti seketika dan kemudian memulakan pumping keluar dan masuh. Ohhhhhh tak sampai seminit, aku climax lagi dan lagi. Sekali ini aku climax berpanjangan agak lama juga kerana dia masih tidak pancut-pancut. Hampir 15minit aku dah tidak terdaya lagi. Dia cabut kan batangnya dan halakan ke lubang belakang aku. Aku mula rasa takut, tapi aku pasrah juga. Akhirnya senjata nya di tujah ke lubang belakangku perlahan2. Oh mula nya aku rasa tension di lubang belakan ku kerana senjatanya yang besar tu. Tetapi kemudian rasa kesedapan. Dia sorong perlahan2 dan tarik. Tak sampai 5 min aku rasa dia mula mengeletar2 dan akhirnya aku rasa dia pancut dalam lubang belakang ku. Oh aku climax lagi bersama nya. Oh itu lah pengalaman pertama ku dan jangan sangka lelaki gempal tak mampu memenuhi kehendak wanita. Dari hari itu aku selalu berjumpa nya dan kami selalu main. Kalau semasa cuti semester, dia akan ke kuala lumpur dan kami berjumpa disana. Itu lah pengalaman ku....

Pengalaman yang Indah

Ceritanya agak panjang. Aku kenal ngan seorang budak pompuan nih.Tapi biasala budak zaman sekarang kalo tak ringan ringan tak sah. dia baru abis spm dan start keje kat tempat aku keje.di pendekkan cerita aku pon selalu la tengok wayang ngan dia.tak ada siapa ajar dan tak tahu siapa start tapi masing masing tangan dah berada di dalam seluar dalam lawan masing masing. bayangkan lah 1st time pegang cipap. rasa macam nak pancut kejap tuh aje.dan perkara nih berlanjutan sampai lebih kurang 1 tahun perkenalan kami.Yang aku nak ceritakan 1st time aku bersetubuh dengan dia.
Lepas setahun kami berkawan, aku pon di jemput la datang beraya kat umah dia.masa tuh, family dia nak kluar tapi dalam lebih kurang 15 lagi. Kakak dia yang tua setahun dari dia dah kluar ngan balak dia.berkenalan lebih kurang ngan family dia, diaorang pon berangkat la jalan jalan raya. Yang tinggal aku ngan nenek dia.
Untuk pengetahuan, rumah dia rumah kampung, so ada rumah atas dan bawah la..jadi, ruang tamu kat atas dan dapur kat bawah.oleh itu kami di atas dan dia dibawah.. tak sampai 5 minit family dia blah, nenek naik atas dan suruh aku dok kejap sementara nurul buat air. nenek cakap dia nak gi ke rumah jiran sebelah. jaraknya selang 3 buah rumah.
Bila awek aku bawak air naik atas dia terus tanya nenek dia mana?Aku cakap gi umah jiran.Dia terkejut dan senyum."Ye ke???"a ah... jawab aku.bilik dia kat atas ngan bilik kakak dia. so, dia ajak aku masuk bilik dia. pintu tak tutup takut orang salah anggap kami... mana tauu.. kalo nenek dia balik.dia tunjuk album gambar dia dari kecik sampai habis sekolah dan keje.kami berbual dan tah camana dia kluar kejap dan masuk balik. dia rapatkan pintu sikit dan start bukak baju kurung dia...
Aku apalagi... gabra laa... kalo nenek dia balik mampus aku... aku tanya dia tak takut nenek balik ke? dia kata jangan takut sbb nenek dia takkan naik atas. so kami terus buka baju dua dua. nak cepat la katakan. tanpa ringan ringan terus kami memantat.aku baring dan dia kat atas.senang je masuk dan aku rasa awek aku nih dah tak ada dara.... dia ayun sambil mengemut... rasa jangan cakap laa... 1 juta kali ganda best dari melancap.sambil tuh aku ramas tetek dia(sebelum nih pon dah selalu kene ramas)tak sampai 15 minit aku nak terpancut. aku cakap kat dia... dia cepat cepat cabut takut mengandung dan terus lancapkan kote aku. sedapnyer...
Tengah aku nak habiskan sisa air mani aku, kakak dia tolak pintu bilik... terkejut beruk kami berdua... bila kakak dia balik pon aku tak tahu.kakak dia geleng kepala dan bagi amaran nak kasi tau mak dia. dia merayu kat kakak dia dan korang nak tahu apa syaratnyer???? syaratnya bagi dia rasa batang aku... terkejut aku.... takpelah nanti aku sambung lagi..

Pasrah

Salam sejahtera kepada para pembaca yang dihormati lagi di kasihi.Aku memasukki ruangan baru lagi dan aku mendapati yang bawasannya yang ada banyak cerita-cerita yamg menarik didalamnya .Oleh itu aku pun nak menyumbangkan cerita berdasarkan penggalaman ku …. Mula-mula cerita dia begini.Nama aku Liza,tinggal di Kuala Lumpur(Ampang).Aku masih belajar lagi didalam jurusan progammer IT software di maktab yang bernama ITTAR.Mula-mula aku berlajar komputer nie atas desakkan mak dan bapa ku …aku memang tak minat langsung tentang komputer nie tapi apa boleh buat ???.Aku pun mulakan lah pelajaran ku Di dalam kelas aku tu ada beberapa orang perempuan dan lelaki .Mula aku belajar di semester satu tak lah susah sangat,tapi bila aku berganjak ke semester dua aku rasa amat susah sangat di sebabkan aku tidak memiliki komputer.Jadi aku pun bercadang hendak membeli satu komputer .Aku pun bertanyakan macam mana hendak membeli sebuah komputer dari rakan-rakan ku.Mereka pun bercerita lah tentang komputer.Akhirnya aku dapat juga memiliki sebuah komputer tetapi hanya klon sahaja.Dari hari ke hari aku menggunakan komputer aku tu,aku semakin cekap.Oleh kerana aku sudah semakin cekap aku pun tidak tahu hendak buat apa lagi tentang komputer aku tu,asik-asik main games sahaja..so rakan-rakan aku pun mengajar aku tentang internet.Mula-mula aku tidak berasa seronok pun ..biasa aje…tapi oleh kerana rakan-rakan aku lagi cekap dari aku ,mereka pun mengajar aku tentang melayari laman web yang tidak sepatutnya dilayari oleh aku dan masayrakat sku.Semakin hari semakin aku seronok..dapat melihat "benda"yang aku tidak pernah lihat selama nie . Aku melihat gambar,membaca.dan berbagai lagi sehinggalah pada suatu hari….aku telah melayari laman web orang melayu dan aku sungguh terkejut melihat banyak orang melayu berbogel di internet sama ada perempuan mahu pun lelaki… Ada yang setengah tu gambar tipu dan ada yang setengah tu gambar betul…kerana kawan aku mengambil jurusan tentang grafik menggunakan adobe dia dapat tahu yang mana betul dan yang mana tak betul.Makin lama aku rasa ada yang tidak kena pada diri aku iaitu seluar dalam aku kerap basah dan aku tidak tahu kenapa??? aku takut hendak bertanyakan kepada rakan-rakan ku…dan untuk mendapatkan kepastian aku mencari maklumat di dalam internet.Rupa-rupanya baru aku tahu yang selama ini saya mengalami perasaan yang dipanggil oleh remaja sekarang iaitu stim. Aku pun mencari lagi maklumat bagaimana rasanya kalau seseorang itu stim…so akhirnya aku mendapat maklumat bahawanya aku sebagai orang perempuan kena memasukkan satu benda yang agak keras mahu pun panjang .Aku pun terus ke pasaraya bernama sungei wang di tingkat tiga dan membeli barang tersebut.Apabila sampai dirumah aku melakukan apa yang disuruh..tetapi aku tidak merasa kenikmatannya malah kesakitan yang ada.Aku pun melayari laman web kegemaran ku….dan aku melihat gambar orang bogel dan aku memasukkan barang yang aku beli tadi tu ke dalam kemaluan ku …..ahhhhhhhh….argggggg …..seperti yang di terang kan dan seperti yang dijangka aku mendapat kepuasan yang tidak pernah aku alami selama nie….air aku iaitu air mazi aku terpancut-pancut keluar dengan banyak sekali kerana ini adalah kali pertama aku melakukannya . Kesedapan yang tidak dapat di ucapkan oleh kata-kata.Selepas tu aku buat kali kedua sambil meramas buah dada ku yang sedah membesar dan aku mengentel putting ku ,aku merasa sunggun geli lagi menyedapkan.aku puas lagi untuk kali kedua….arhhhhhhhh…..Aku semakin berani …keesokkannya aku membeli vcd cerita lucah…oleh kerana aku tidak mempunyai vcd ,aku menontonnya di komputer ku dan aku pun buat perkara seprti biasa..dan kali saya lagi bertambah puas …..arhhhhhggggggg….sambil air mazi terpancut terkena komputer ku……Pada keesokkannya aku terpaksa membuat assigment atau kerja berkumpulan ngan rakan aku.Kumpulan aku menmpunyai empat orang ,tiga orang lelaki dan aku sahaja yang perempuan.Kitaorang terpaksa undi sama ada sama ada aku dan seorang lagi membuat bahagian yang nie dan diaorang buat bahagian diaorang….akhirnya aku pun mulakan assigment aku dengan seorang rakan aku di rumah aku….kerana aku tinggal bujang manakala rakan aku tu tinggal ngan keluarga…semasa kami berduaan aku merasakan ada yang tidak kena…rakan aku nie seolah mahu mengambil kesempatan terhadap diri ku …apabila aku tengah menaip dia duduk di belakang ku .Aku dapat mendengar bunyi yang kuat di katil ku seperti orang tengah meronta-ronta…aku memperdulikkan….tiba-tiba rakan saya berkara"hey liza aku nak balik lah…nanti aku call aku",dan aku pun bersetuju..Apabila dia sudah balik , aku mendapati ada kesan tompokan sejenis air di atas katil ku..aku pun cuba membaunya ,,,erkkkkkk …rasa macam nak muntah…aku rasa rakan aku sudah mengambil kesempatan terhadap ku…Hari esok nya aku membuat lagi assigment dengan rakan ku semalam … Macam yang diduga benda nie berlaku lagi tertapi kali nie aku sudah bersiap sedia…..apabila aku mendengar katil bergoyang…aku pun berpaling dan secara tiba-tiba terpancutlah air mani tepat kesasaran muka ku…apa lagi aku punya marah lah…apabila aku membasuh muka ku , aku hairan kenapa dia nie puas cepat sangat ….aku nekad hendak bertanya kan kepada dia…masuk sahaja di bilik aku pun bertanya kan soalan itu kepada dia…"Man kenapa kau nie puas cepat sangat ha….aku rasa tak sampai sepuluh minit lepas tu kau sanggup melancap kan atas katil aku ye???!!!! Kau nie gila sex ke????",dia hanya tunduk sahaja tak berkata.kata apa-apa pun….lepas tu saya Tanya lagi "kau nie dah biasa ke buat macam nie..maksud aku melancap kat belakang orang perempuan…..", tiba-tiba dia menjawab…."aku bukannya apa …kau cantik sangantlah dan aku berani sumpah yang aku nie hanya buat benda nie kat kau sorang sahaja..", aku pun tak tahu nak kata apa…lepas tu dia kata lagi.."Liza ,kalau aku nak kau aku boleh rogol kau tau….sebab kau dah umur lebih 21 dah….janji kau tak luka kan kau…mesti aku lepas punya", tersertak aku mendengar kata-kata dia tu…lepas tu aku tanya kat dia.." kenapa kau tak rogol aku ha!!!!!!", dia menjawab " aku tak buat macam tu pasal aku suka kan kau , aku tak nak tengok kau cedera dan menderita….biar lah aku melancap kat belakang kau pun itu dah memadai…",terharu aku mendengar kata-kata seorang lelaki yang begitu gemtelmen. Aku pun memeluknya..dia balas pelukkan ku…tiba-tiba aku dapat rasakan ada benda yang tegak di dalah seluar dia.." ehhhhhh takkan dah stim dah", "mana ada nie pen aku lah…apa lah kau nie", "man aku nak tengok kau melancap depat aku boleh tak", ",macam mana …aku punya nie tak leh naik lagi…kena tunggu lama sikit", "ye ke…biar aku cuba ye….",pelahan-pelahan aku pun memegang kemaluan dia …dia merasa geli dan tak senang duduk…tiba-tiba benda dia tu naik dengan mendadak…aku pun melepaskan benda tu dan menyuruh dia melancap…dia pun akur dan melancap…dalam beberapa minit dia pun melepaskan lavar yang putih dan dia merasakan amat puas sekali."yang nie lagi puas dari tadi ,pasal kau pegang aku punya,terima kasah ye"," sama-sama, kau rasa kau nie boleh melancap lagi tak","ehhhh mana boleh dah ,nie dah masuk dua kali nie….mati lah aku…","ye…ke nie…?", "kau tak caya kau cuba lah …..yang macam tadi tak jalan punya","betul nie????"."betul", "ok…..kau duduk diam kat situ", dan tidak beberapa kemudia aku pun membuka baju dan terserlah lah gunung yang diselaputi coli berwarna merah,kemudia aku pun membuka seluar,dan terserlah lah segitiga emas yang diselaputi seluar dalam berwarna biru muda…dengan tidak semena-mena dia punya benda pun naik menjanak lagi tinggi dari tadi….dan aku pun menyuruh nya melancap…..sedang dia melancap aku menari di depannya….tak sampai 10 minit iaitu lebih kurang 6 minit dia telah memancutkan lavar putih nya kali nie dengan banyak sekali…..arhgggggggggggg,,,……….sedapnya……… aku sungguh puas melihat lavar tu terpancut dengat derasnya…..habis sahaja pancutan itu aku dengan cepat terus membuka selaput yang meyelaputi gunung kesayangan aku itu…terserahlah buah dada aku yang sedang membesar … dan aku pun terus mengurut koneknya…belum sepuluh kali goncang….dia telah memuntahkan lavar putih nya sekali lagi…..habis terkena muka aku ……. arhgggggggggggg……iskkkkkkk seeeeeedapppppppppppp nyaaaaaaaaa…….. dengan secepat yang mungkin aku pun membukakan seluar dalam ku dan terserlah lah segitiga emas yang selama nie aku menjaganya dengan rapi……….dia pun memandang kearah segitiga aku tu…….aku pun terus mengurut konek nya yang agak lembik tu…..aku pun menarik tangan dia dan memasukkan ke dalam lubang keramat ku tu dan aku pun mengerang…….arghhhhhhhhhhhhh sedddddddddapppp nya…laaaaagiiiiii sedappppp sangatttt nie…...dengan tidak semena-mena dia telah memancutkan lavarnya sekali lagi sejurus mendengar suara aku mengerang……aku tidak berputus asa …lalu aku lapkan koneknya lalu aku memasukkan koneknya ke dalam mulut ku…..lebih kurang 10 minit kemudiaan aku pun menegakkan koneknya dan menghalakannya ke arah segitiga aku itu , belum sempat masuk dia telah memuntah kan lavar nya dan dia pun terus tertidur…….aku pasrah….aku pun menyuruh dia balik…..keesokkan harinya aku membuat assigmet dengan orang lain dan berlakunya perkara itu semula…aku pasrah buat kali ke dua……………sehingga lah sekarang aku tidak dapat menikmati rasa berasmara….kenapalah lelaki nie hanya mementingkan nafsunya sahaja tanpa menghirau kan perasaan orang perempuan…… jikalau ada sesiapa yang boleh tahan atau memberikan aku rasa berasrama…sekali pun cukuplah…..

Pak Amir dan Anaknya

“Hmm budak ni berbadan solid, berambut panjang hingga sampai melepasi punggung, mata dia sayu, bibir pulak selalu basah bagikan kena gincu,” dalam khayalannya Pak Amir tengah menghisap bibir anak bungsunya sampai puas.
Malam yang dinantikan Pak Amir datang jua. Dari senja Pak Amir dah sediakan kain pelikat yang agak usang dan hanya memakai baju singlet longgar berkopiah putih dah buruk, sambil duduk di beranda Pak Amir berpikir anak yang mana satu yang untuk pertama kali dibahamnya dalam lamunan.
Pak Amir menilai kecantikan ketiga puterinya satu persatu, semua ada kelebihan tersendiri sehingga sukar Pak Amir untuk memilih antara anak haruan mana yang dia ngap lebih dulu.
Pak Amir terbayang akan keindahan buah dada anak sulungnya yang berkulit putih melepak, bersaiz 36C.
“Kalau lah budak tu ada baby, mesti kenyang sakan baby tu nenen kat mak dia,” Pak Amir bagaikan terlupa bahwa dia tengah hisap rokok, sehinggakan puntung rokok dia hisap bagai buah dada anak sulungnya.
Pak Amir bayangkan pula puteri tengah yang kerap di panggil Angah.
“Hmm… budak nii tinggi semampai, jalan lembut, suara agak parau manja, mata dia pulak wehhh…”
Tanpa disedari kain pelikat Pak Amir telah membumbung bagai khemah kanopi. Dengan bersahaja Pak Amir membelai kote tuanya sambail bercakap sendirian.
“Sabar… sabar jang, kijang dah dalam perangkap,” kata Pak Amir pada kote yang dah tak tahan nak menembus kain pelikat Pak Amir.
Pak Amir alihkan pula bayangan pada anak bungsunya yang baru je berumur 12 tahun. Tetiba je air mazi Pak Amir tersembur keluar tanpa dia dapat tahan lagi.
“Hmmm nampaknya semua anak aku dah jadi hamba aku,” dalam hati Pak Amir berkata.
Malam semakin merangkak dengan bergerak jam dinding membawa ketiga anak dara Pak Amir ke dalam mimpi masing-masing, sedangkan Pak Amir tengah buat pilihan untuk masuk bilik mana terlebih dahulu. Untuk masuk ketiga-tiganya malam ni juga tak mungkin, jadi Pak Amir berpikir panjang bukan kerana takut tapi bak kata pepatah `tupai ragu akan buah’ itulah yang Pak Amir pikirkan sejak senja lagi.
Dengan berpuas hati Pak Amir memilih bilik anak bungsunya yang berdekatan dengan pintu biliknya. Secara perlahan-lahan Pak Amir membuka kunci pendua bilik anaknya tanpa diketahui oleh anak bungsu Pak Amir yang tengah lelap dibuai mimpi.
Pak Amir sengaja tak mematikan lampu bilik sebab dah tau bilik setiap seorang anak daranya kedap bunyi dan cahaya. Perlahan Pak Amir mula meraba buah dada anak bungsunya.
“Hmmm… dah pakai coli jugak budak ni,” bisik hati Pak Amir bila mendapati anak daranya itu dah pakai coli.
Pak Amir memandang bibir basah gadis 12 tahun itu dengan penuh nafsu dan dengan lemah lembut Pak Amir menghisap bibir anak daranya. Berdecak decak bunyi Pak Amir menghisap bibir anak bungsunya itu.
Satu persatu kain yang melekat di tubuh Pak Amir tercampak entah ke mana sehingga orang tua tu bagaikan budak yang hendak mandi yang kembali tidur semua di katil. Dengan mengangkang dan anak bungsunya berada di tengah-tengah, Pak Amir mula menjilati muka anak bungsunya itu.
Dengan penuh hati hati Pak Amir berusaha membuka pengait coli dan kain batik yang dikenakan serta seluar dalam anak bungsunya itu. Tatkala Pak Amir telah berjaya membuka kesemua kain yang melekat, anak bungsunya itu terjaga dan dengan cepat Pak Amir berkata, “shhh… jangan bising. Ayah sedang menghalau roh jahat yang tadi masuk ke dalam badan sayang. Diam diam ya sayang, ayah tengah berubat keras ni.”
Entah mengapa anak bungsu Pak Amir percaya bulat-bulat kata kata ayahnya. Dengan ikhlas dan rela, dia biarkan sahaja Pak Amir menjilati dan meraba seluruh tubuhnya dengan percaya penuh ayah tengah menghalau jin jahat.
Dengan gopoh Pak Amir berusaha secepat mungkin untuk memasuki anaknya, namun dia harus berhati-hati supaya anaknya tak tercium niat hantu yang ada dalam hati Pak Amir .
Si bungsu membantah bila Pak Amir menghisap buah dadanya, namun dengan cepat Pak Amir berkata, “tengok la ni dah bengkak pasal jin tu la.”
“Dulu sayang tak macam ni kan?” tanya Pak Amir sambil dijawab anggukan kecil anak bungsunya itu.
Tanpa membuang waktu lagi Pak Amir berusahan menebusi kemaluan anak gadisnya itu.
“Sayang tahan yer ayah nak simpan benda kat lubang kencing sayang supaya jin tu tak boleh masuk ikut lubang tu!”
“Tapi ayah, kenapa nak simpan kat sana pulak? Ishh tak nak la ayah, tak nak lah!” protes si bungsu dengan rasa tak nak.
”Sayang, ayah dah nak habis ni, hanya tinggal tu je yang belum. Ala kejap je, lepas tu dah la habis la rawatan,” pujuk sang ayah penuh harapan.
Tanpa menunggu kerelaan anak bongsunya, Pak Amir segera menyumbat benda tumpul miliknya ke dalam lubang yang masih sebesar lubang semut itu. Dengan penuh tenaga Pak Amir berusaha untuk memasukkannya.
“Ayahhh!!! Aduh sakit!!! Ayah… tak tahan. Aduh huwaaa sakit yah!!!” pekik dan jerit si bungsu tak dihiraukan Pak Amir sehingga dia berjaya membenam keseluruhan batang kotenya.
Di kala kesemua kote Pak Amir terbenam, Pak Amir sempat melirik ke sela peha anak bungsunya itu mengalir sedikit darah yang bermakna kehancuran dara si bungsu. Pak Amir masih belum bertindak hanya mendiam diri dengan kote tertanam dalam kemaluan si anak yang bagaikan handak koyak menerima batang yang bukan ukuran budak 12 tahun.
Setelah tangisan si anak agak reda barulah Pak Amir mulai mendayung secara pelan pelan sehingga membuat muka si bungsu bagaikan tak bernyawa.
“Ayahhh… lama lagi ke? Dah tak tahan ni ayah.... huwaaaa tak nak, tak nak! Tak nak ayah. huwaaa sakit...” jerit si bungsu yang hanya boleh didengar ayah dan anak itu sahaja tanpa tembus keluar bilik.
”Sabar sayang, sikit lagi. Ayah dah nak tutup lubang tu. Ayah aaahh ahhhh… sayang aaaa...” jerit Pak Amir dengan mengeluarkan serta merta kemaluannya dari lubang si bungsu dan dengan cepat Pak Amir semburkan ke muka si bungsu sampai kering air mazi Pak Amir.
Pak Amir mengucup bibir anak bungsunya sambil berkata, “hmmm sayang dah bebas dari segala pengaruh jin jahat, kalau ada masa malam esok ayah datang balik sampai sayang betul betul sihat.”
”Jadi? Saya belum sihat lagi ayah?” tanya si bungsu hairan.
“Hmm belum lagi sayang....”
Sampai jumpa lagi.
Anak yang mana pulak yang dibaham Pak Amir. Untuk pengetahuan semua kini anak-anak Pak Amir dah ada yang beranak tiga. Pak Amir pulak dah hilang entah ke mana sejak anak-anaknya tahu perbuatan itu adalah salah!

Noni dan Syam

Kisah ini berlaku semasa Suami aku ditahan dipenjara. Aku sebenarnya ada seorang Adik Ipar yang kacak dan tegap bernama Hisham. Dia selalu menolong aku semasa aku dalam kesusahan hinggakan aku rasa amat terhutang budi pada dia.

Suatu hari, suami aku ditahan dipenjara kerana dadah. Aku jadi serba salah dan sedih lalu aku talipon Sham untuk meminta bantuan. Sham datang jam 4.00 petang bersama isterinya (Adik aku) dan kami terus kebalai bersama dengan anak aku Biera berumur 18tahun.

Setelah kami berjumpa dengan polis dibalai, aku jadi lagi sedih kerana tidak dibenarkan berjumpa dengan suami aku. Kami pulang hampa. Sham menawarkan agar aku dan anak aku tumpang bermalam dirumah mereka, tapi aku menolak dan menyuruh Anak aku saja yang pergi, kerana aku ingin bersendirian.
Jam 11.00 malam aku menalipon Sham dan berkata aku rasa teramat sedih dan ingin berbual pasal masaalah aku. Sham datang dari Kodiang kerumah aku diKangar jam 11.30mlm. Kami mula berbual dan aku tidak dapat menahan sebak lalu aku pun dipeluk oleh Sham.

Aku berasa terlindung dalam pelukan Sham yang hangat dan gagah itu. Dalam kami berpelukan, tiba-tiba Sham kata kat aku yang ada satu cara untuk melupakan kesedihan aku, lalu dia menyuruh aku telan pil tidur. Aku pun setuju. Aku menyuruh Sham tidur dirumah menemani aku.

Dalam pukol 1.50 aku terjaga untuk kebilik air, semasa aku keluar aku ternampak Sham yang tidur diluar atas sofa dgn. kain sarungnya yang terselak. Ternampak konek Sham yang sedang keras lalu aku terasa seram dan nyeri tetapi aku rasa nak lihat lebih dekat lagi.

Semasa aku mendekati Sham, tak perasan, tiba-tiba tangan aku memegang konek Sham. Sham terjaga dan terpaku. Begitu juga aku. Dalam keadaan kurang sedar, kami tiba-tiba berpelukan dan Sham mencium aku. Badan aku rasa ketar dan seram sejuk kerana inilah kali pertama aku disentuh oleh orang lain selain suami aku. Hisham memeluk dan mencium aku, dan tanpa aku sedar, aku membalas ciuman Hisham dan lidah kami berkepul-kepul. Aku terasa hangat dan sedap. Tangan Hisham kemudian meraba belakang dan bahu aku.

Aku tanpa segan terus merangkul badan Hisham dan berkata, "Sham buatlah apa yang Sham nak, Kak Noni rela. Dah pasrah dan nakkan apa saja malam ni .... asal Sham jangan tinggalkan Kak Noni"

Lepas itu, aku rasa tangan Hisham meramas dan meraba serata tubuh aku dan aku rela. Pepot aku mula rasa panas dan ingin disentuh. Aku menarik tangan Hisham dan tembabkan pada pepot aku agar dia tidak berasa malu. Hisham merabahkan aku atas sofa dan membuka kain kembam aku dan terus hisap puting tetek aku.

Aku berasa lemas dan sedap ... tak aku sedar, tiba-tiba aku mengerang ... "Aahh .. eiss ...ek .. "
"Sham .. sedaplah .. sham .. " Puas aku merasa permainan lidah Hisham menghisap puting tetek aku. Adakala terasa nyilu bila Hisham menggigit dan menyedut hujung puting.

"Pandai Sham main ... " "Eemmhh .. " Kemudian Hisham turun dan menjilat dada, dari dada kepusat, dari pusat kepaha dan tgn. Hisham menyelak bulu cipap aku. Aku jadi ketar tiba-tiba. Aku mendongak dan menanti sesuatu ... kemudian ... sejuk, panas dan lazat tak terhingga bila hujung lidah Hisham menjumpai 'puncak bahagia aku'.

Hisham menjilat dari lubang cipap aku naik menyentuh biji aku. Aku "eissh ... ssek ... iessy, sedap Sham. Haah .. Ahh Sham ... iessh ... ahh .. ha .." mengerang dan merengek menahan kesedapan dan kelazatan.

Sambil dalam kepala aku terbayang Suami Aku dan terasa kepuasan untuk membalas rasa kecewa aku terhadapnya. Tiba-tiba Hisham menggigit biji kelentit aku, "Aduhh .. jangan Sham, sakiit .. " Sham kembali sambung menjilat dan bermain dibiji aku .. aku mengerang lagi. Dalam 15 min. kami bercumbu, Hisham bangun dan terpacak keras batang konek Hisham didepan muka aku.

Hisham membongkok dan berkata, "Kak Noni, inilah pertolongan Sham yang terakhir ...

Hisham mengangkat kaki aku kebahunya .. aku bersedia menerima dengan kesal permintaan aku ini dan berdebar menanti kunjungan batang Hisham yang sedang keras kedalam rahim aku.

Dengan perlahan, Hisham meletakkan batang dia yang keras terhunus dan gagah itu kemuka cipap aku. Aku rasa gementar dan takut kalau sakit atau senak dari tusukkan batang Hisham yang panjang nanti.

Hisham menekan perlahan dan slow motion, Aku pejamkan mata, mulut Hisham mencium aku perlahan dan sambil menujah senjatanya kelubang rahim aku.

"Aahh...Sham....iessh...Sham" Aku peluk Hisham dan dia menikam terus kedalam burit aku.

"Eiss..ahh ...haa..ssek..Sham, sayang. Sedap Sham ..." Sham menarik dan menyorong batangnya. Terasa keras amat dan menusuk lubang aku. Mungkin kerana zina itu memang lazat dan Hisham yang tengah meledak nafsunya, sampai aku terasa amat berahi lalu aku memegang pelir Hisham dan menolong menarik masuk kembali dan berulang kali. Aku genggam pangkal batangnya dan menambah kemut dengan genggaman tgn. aku.

Hisham mengeluh dan mengerang "Aahh...Kak...sedap..kak"

"Oohh...eissh" Hisham mengharung batang dia kedalam cipap aku.

Dalam 10 min. Hisham tiba-tiba bergerak laju dan pantas menghempap burit aku dan mengerang dengan kuat."Kak ..Sham nak sampai ... kak, Lepas dalam ye ..kak"

Aku yang tengah sedap dan dilamun kelazatan hanya mengangguk dan memeluk tubuh Hisham dengan seeratnya.

Hisham pun menghempap dengan sekuatnya dan aku terasa senak "Aaahh ... oohhh..arghh ..Sham.."

Kami sampai bersama-sama. Itulah kali pertama aku merasa nikmat sek dengan lazatnya. Hisham rebah diatas badan aku dan dalam keadaan kami berpeluh, panas dan sedap, Aku mencium dan mengisab lidah Hisham. "Terima kasih, Syam"

Selang beberapa waktu, Hisham bangun dan menarik tangan aku untuk kebilik air untuk mencuci. Kami sama-sama mandi malam itu seperti suami isteri. Dalam ketika itu kami beromen lagi dan bersetubuh lagi buat kali kedua.

Malam itu kami bersetubuh 3 kali dan terjaga pada jam 11.00 pagi keesokkannya. Aku puas dalam pelukkan Hisham.

Terima kasih Syam.